Pelatih Timnas Tanjung Verde, Bubista, mengaku bangga meski timnya harus tersingkir dari Piala Dunia 2026. Pasalnya, Hiu Biru mampu memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan Argentina.

Pada laga babak 32 besar di Miami Stadium, Tanjung Verde kalah tipis 2-3 setelah bertarung selama 120 menit.

>>> Cara Ajukan Pinjaman 50 Juta KUR BNI 2026, Cicilan Mulai Rp966 Ribu

Argentina baru bisa memastikan kemenangan di babak perpanjangan waktu.

Bubista mengungkapkan suasana ruang ganti dipenuhi rasa sedih karena peluang melangkah ke babak 16 besar sudah sangat dekat.

"Perasaan di ruang ganti adalah kesedihan, kami sedih karena kami meninggalkan kompetisi dan karena kami sudah sangat dekat," ujarnya.

Bangga dengan Karakter Tim

Meski kecewa, Bubista terharu melihat para pemain saling berpelukan dan menangis bersama. Ia menilai momen itu menunjukkan ikatan kuat dalam tim.

>>> Taylor Swift Pilih Cara Delevingne hingga Selena Gomez Jadi Bridesmaid

Bagi Bubista, keberhasilan memaksa Argentina bermain hingga extra time merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.

"Saya merasakan kebanggaan pada pemain saya dan apa yang mereka lakukan, mereka melakukannya dengan martabat dan keberanian," kata Bubista.

Ia menambahkan, tidak banyak tim yang mampu mencetak dua gol ke gawang Argentina sekaligus memaksa pertandingan berlangsung hingga perpanjangan waktu.

"Saya pikir itu menunjukkan karakter tim kami, betapa terampilnya tim kami, mereka melakukannya dengan keberanian dan kami tidak pernah kehilangan identitas kami," tegasnya.

>>> Tabungan Biasa vs Berjangka: Pilih Sesuai Kondisi Keuangan

Membawa Identitas ke Panggung Dunia

Sepanjang Piala Dunia 2026, Bubista selalu menekankan bahwa keikutsertaan Tanjung Verde bukan hanya soal hasil pertandingan. Timnya ingin menunjukkan identitas nasional yang kuat di panggung sepak bola dunia.