Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi strategis dengan industri.

Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan PT Pertamina (Persero), PT Elnusa Tbk, dan PT Elnusa Petrofin ke fasilitas pengembangan drilling starch berbasis sagu milik Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) BRIN di Anak Tuha, Lampung Tengah, pada Selasa (30/6).

>>> Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Tak Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama pengembangan drilling starch berbasis sagu.

Drilling starch adalah bahan tambahan yang digunakan dalam proses pengeboran minyak dan gas bumi untuk menjaga stabilitas lumpur bor.

Penggunaan sagu sebagai bahan baku drilling starch dinilai strategis karena Indonesia merupakan salah satu penghasil sagu terbesar di dunia.

>>> Rupiah Menguat ke Rp17.963 per Dolar AS pada Sore Ini

Pengembangan drilling starch berbasis sagu menjadi contoh pemanfaatan sumber daya hayati Indonesia yang mampu memberikan nilai tambah bagi sektor energi.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan impor sekaligus mendorong kemandirian energi nasional.

>>> Keluarga dr Icha Lapor Polda NTT soal Dugaan Intimidasi Anggota DPRD

BRIN berkomitmen untuk terus mendukung riset dan inovasi yang dapat dihilirisasi untuk kepentingan industri dan masyarakat.