Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto pernah membatalkan keputusan pemecatan terhadap anak buahnya.

Purbaya menilai pengalaman itu menunjukkan pribadi Prabowo sebagai sosok yang baik hati.

>>> KPK Tangkap Bupati Langkat di Rumah Pribadi, Bukan di Acara APKASI

"Saya pernah memecat orang, karena dia (Prabowo) baik, enggak jadi pecat.

Padahal dia tahu kesalahannya orang itu," ujar Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo yang diunggah di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (2/7).

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi jika suatu kesalahan sudah membahayakan kepentingan negara.

"Saya pikir, oh dia (Prabowo) orangnya baik. Ya sudah, tapi kalau sampai titik membahayakan negara, kita sikat," ujar Purbaya.

Purbaya juga menceritakan pengalaman lain saat Prabowo membatalkan sebuah proyek besar setelah mengetahui proyek tersebut justru masih membutuhkan subsidi besar dan merugikan negara.

Menurut dia, awalnya ada usulan proyek dari seorang menteri yang diklaim mampu menghilangkan subsidi di sektor tersebut.

Namun, setelah dihitung lebih rinci, proyek itu justru berpotensi menambah beban negara.

"Saya tanya, lama-lama gue pusing kan, 'Pak, sudah anda hitung belum dijualnya berapa? Anda jual ke dia berapa?'

'Lebih tinggi.' 'Jadi subsidinya masih ada ya?'

'Masih ada, Pak.' Jadi bukannya untung, saya rugi," ujar Purbaya.

Setelah mendengar penjelasan tersebut, Purbaya mengatakan Prabowo langsung memutuskan untuk membatalkan proyek itu.

"Langsung Presiden, 'Oh jadi masih rugi ini? Masih subsidi?'

Masih, Pak. Malah lebih besar.

>>> Wakil Bupati Langkat Menangis, Minta Doa untuk Bupati yang Ditangkap KPK

'Batalin,'" ujarnya.

Ia menilai tugas para menteri adalah menyampaikan seluruh risiko kepada Presiden agar keputusan yang diambil tidak salah.