"Jadi kewajiban kita adalah membeberkan semua risiko yang ada kepada pimpinan. Saya selalu begitu.

Kalau enggak gue udah bangkrut," katanya.

Purbaya juga menilai Prabowo merupakan sosok yang cepat memahami persoalan ketika menerima penjelasan dari para pembantunya.

"Presiden dia orang pintar. Cepat sekali adjust-nya.

Ada menteri ngomong ini satu, 'pak saya gini, gini, gini' Presiden tiba-tiba marah, 'Kamu gimana? Kenapa lama banget kamu?

Kamu saya suruh. Kenapa kamu minta waktu setahun lagi?'

Padahal saya enggak minta setahun. Kamu kan tadi minta studi kelayakan lagi.

Itu minimal setahun'," ujar Purbaya.

Menurut dia, pengalaman tersebut membuat dirinya memilih menyampaikan kondisi apa adanya kepada Prabowo.

"Dari situ saya tahu Presiden itu pintar banget. Ingat angka-angka yang kita sebutkan.

>>> Analis: Nintendo Kemungkinan Tetap Pertahankan Game Fisik Meski Sony Beralih ke Digital

Jadi habis itu saya enggak boleh ngibul. Kalau jelek kita ngomong aja, biar dia ambil kesimpulan," ucap Purbaya.