Analis: Nintendo Kemungkinan Tetap Pertahankan Game Fisik Meski Sony Beralih ke Digital
Sony baru-baru ini mengumumkan akan menghentikan game fisik berbasis disk pada Januari 2028. Langkah ini memicu diskusi tentang masa depan media fisik di industri game.
Namun, analis industri meyakini keputusan Sony tidak akan memengaruhi strategi Nintendo untuk generasi Switch 2 atau seterusnya.
>>> Bocoran Harga Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Sebesar $59,99
Menurut analis video game Mat Piscatella dari Circana, industri game telah perlahan beralih dari format fisik selama bertahun-tahun.
Hal ini didorong oleh perubahan perilaku konsumen dan adopsi digital.
Piscatella mencatat bahwa penjualan fisik telah menurun sejak akhir 2000-an. Stabilitas sementara hanya terjadi berkat kinerja kuat perangkat keras Nintendo.
Strategi Nintendo Diperkirakan Tetap Independen
Piscatella berpendapat Nintendo tidak akan mengikuti pendekatan digital-only ala Sony. Menurutnya, Nintendo secara tradisional beroperasi independen dari tren pesaing.
"Insting saya mengatakan Nintendo melakukan apa yang ingin dilakukan Nintendo," ujar Piscatella dalam wawancara dengan VGC.
"Saya tidak melihat mereka mengubah apa pun berdasarkan apa yang dilakukan Sony atau Microsoft."
Ia menambahkan bahwa dukungan ritel untuk Nintendo tetap kuat, terutama setelah peluncuran Switch 2. Hal ini mendorong penjualan perangkat lunak dan perangkat keras fisik yang signifikan.
Kehadiran ritel yang berkelanjutan menunjukkan bahwa kartrid kemungkinan akan tetap menjadi bagian dari ekosistem Nintendo selama generasi saat ini.
Meskipun langkah Sony menandai tonggak penting, Piscatella menekankan bahwa transisi yang lebih luas dari media fisik sudah berlangsung.
>>> Jim Cramer Bantah Kekhawatiran Pasar Terhadap Saham Netflix
Ia menggambarkan situasi saat ini lebih sebagai "pergeseran psikologis daripada pergeseran pasar yang sebenarnya."
Distribusi digital telah menjadi model dominan di sebagian besar platform. Namun, ia mengakui bahwa media fisik tidak akan sepenuhnya hilang dalam jangka pendek.
Update Terbaru
Biohacker Gagal Operasi Lobster untuk Kendalikan AI, Akhirnya Mati
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Roman Safiullin Kalahkan Joao Fonseca di Wimbledon, Lolos ke Babak Keempat
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Nasib Aktor China Xu Peng Berubah Drastis gegara AI, Kini Jual Sayur di Pasar
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Film G.I. Joe ala Danny McBride Dikabarkan Mulai Syuting Tahun Depan
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Apakah Konsol Generasi Baru Masih Dibutuhkan?
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Otoritas Tasmania Peringatkan Publik Jaga Jarak dari Neil si Anjing Laut
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Iran Gelar Pemakaman Enam Hari untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Pemilihan Senat Michigan
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ohio Laporkan 177 Kasus Parasit Cyclosporiasis di 43 Wilayah
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Arus Masuk ETF Bitcoin Spot AS Tembus 200 Juta Dolar per Hari
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
Laporan Guardian Ungkap Kesenjangan Nyeri Berdasarkan Etnis, Ini Solusinya
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
ITSB Pacu Transformasi Menuju Research University, Targetkan 2.500 Mahasiswa Akhir 2026
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Cara Investasi Reksadana untuk Pemula 2026: Modal Mulai Rp 10.000
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Setelah Pakai Galaxy Z Flip 7, Saya Tak Akan Beli Flip 8 Jika Samsung Tak Perbaiki Ini
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB






