Jim Cramer Bantah Kekhawatiran Pasar Terhadap Saham Netflix
Komentator keuangan Jim Cramer menentang skeptisisme yang berkembang terhadap Netflix. Ia berpendapat pasar salah dalam memperkirakan kelemahan raksasa streaming tersebut.
Dalam acara Mad Money, Cramer menanggapi kekhawatiran pemirsa yang mempertanyakan apakah ada masalah fundamental yang mempengaruhi perusahaan. Ia menolak gagasan bahwa bisnis Netflix melambat secara berarti.
>>> Gus Dur Ungkap Kunci Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia
"Orang-orang mengira bisnis melambat. Saya tidak setuju dengan analisis itu," ujarnya.
Menurut Cramer, keraguan investor lebih terkait tekanan makro pada saham teknologi besar, bukan penurunan spesifik perusahaan.
Tekanan Pasar pada FAANG dan Narasi Warner Bros.
Cramer menjelaskan bahwa tekanan saham Netflix baru-baru ini merupakan bagian dari penarikan lebih luas dari saham FAANG dan "Magnificent Seven".
Bukan kelemahan terisolasi dalam perusahaan itu sendiri.
Ia menekankan bahwa pergeseran sentimen investor di seluruh teknologi kapitalisasi besar telah menciptakan latar belakang negatif yang terus membebani kelipatan valuasi.
Cramer juga menyoroti minat Netflix sebelumnya terhadap Warner Bros. Discovery sebagai faktor yang mempengaruhi persepsi.
>>> ASUS Vivobook 15 (2026) dan TUF Gaming A15 (2026) Resmi di India
Pasar, katanya, belum bisa menghilangkan narasi seputar potensi ambisi akuisisi, meskipun Netflix akhirnya tidak melanjutkan kesepakatan tersebut.
Meskipun demikian, Cramer tetap optimis terhadap saham Netflix. Ia menyarankan investor mungkin nanti melihat penurunan baru-baru ini sebagai peluang beli jika fundamental tetap stabil.
Netflix (NASDAQ: NFLX) terus beroperasi sebagai platform streaming global terkemuka, menawarkan film, serial, dokumenter, dan konten game di pasar internasional.
Persaingan di sektor streaming memang ketat, namun analis seperti Cramer berpendapat bisnis inti perusahaan tidak menunjukkan penurunan seperti yang tercermin dalam sentimen pasar.
Dalam episode Mad Money 9 Juni, Cramer mengulangi sikap bullishnya. Ia menyatakan bahwa hambatan yang dirasakan terlalu dibesar-besarkan.
Kekhawatiran seputar pengambilan keputusan strategis, termasuk spekulasi Warner Bros. Discovery, telah menciptakan beban yang tidak perlu pada kepercayaan investor.
>>> KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
"Saya pikir kita akan melihat ke belakang dan berkata, 'Saya membelinya turun 13%, lumayan,'" katanya, memperkuat keyakinannya pada nilai jangka panjang meskipun volatilitas jangka pendek.
Update Terbaru
Biohacker Gagal Operasi Lobster untuk Kendalikan AI, Akhirnya Mati
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Roman Safiullin Kalahkan Joao Fonseca di Wimbledon, Lolos ke Babak Keempat
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Nasib Aktor China Xu Peng Berubah Drastis gegara AI, Kini Jual Sayur di Pasar
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Film G.I. Joe ala Danny McBride Dikabarkan Mulai Syuting Tahun Depan
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Apakah Konsol Generasi Baru Masih Dibutuhkan?
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Otoritas Tasmania Peringatkan Publik Jaga Jarak dari Neil si Anjing Laut
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Iran Gelar Pemakaman Enam Hari untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Pemilihan Senat Michigan
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ohio Laporkan 177 Kasus Parasit Cyclosporiasis di 43 Wilayah
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Arus Masuk ETF Bitcoin Spot AS Tembus 200 Juta Dolar per Hari
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
Laporan Guardian Ungkap Kesenjangan Nyeri Berdasarkan Etnis, Ini Solusinya
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
ITSB Pacu Transformasi Menuju Research University, Targetkan 2.500 Mahasiswa Akhir 2026
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Cara Investasi Reksadana untuk Pemula 2026: Modal Mulai Rp 10.000
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Setelah Pakai Galaxy Z Flip 7, Saya Tak Akan Beli Flip 8 Jika Samsung Tak Perbaiki Ini
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB






