Gus Dur Ungkap Kunci Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia
Indonesia pernah memiliki presiden yang sangat mencintai sepak bola, yaitu Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, akrab disapa Gus Dur.
Ia tidak hanya menonton pertandingan, tetapi juga kerap membahas taktik layaknya komentator profesional.
>>> ASUS Vivobook 15 (2026) dan TUF Gaming A15 (2026) Resmi di India
Sejak muda, Gus Dur sudah gemar mengomentari permainan sepak bola. Pada dekade 1970-an, ia rutin menulis pandangannya mengenai pertandingan sepak bola dunia.
Dalam Piala Dunia 1986, Gus Dur menulis ulasan tentang adu penalti yang semakin sering menentukan hasil pertandingan.
Menurutnya, sistem itu tidak adil karena tim yang tampil lebih baik bisa tersingkir.
"Tidaklah adil, kesebelasan yang penampilannya jauh lebih baik dan menggairahkan justru dikalahkan secara demikian. Itupun oleh kesebelasan yang dianggap tidak mengesankan.
Kelebihan stamina dan kecerdikan siasat sajalah yang berperan, bukannya permainan bolanya sendiri," tulis Gus Dur di Harian Kompas pada 27 Juni 1986.
Gus Dur menilai maraknya adu penalti tidak lepas dari perubahan sepak bola modern yang lebih mengutamakan pertahanan.
Pengetahuan dan kecintaannya pada sepak bola membuatnya ikut menyoroti kondisi sepak bola Indonesia.
>>> KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ketika menjabat presiden, Gus Dur pernah mengibaratkan sepak bola Indonesia seperti manusia tua yang kehilangan jati diri. Seharusnya, di usia yang matang, prestasi sudah bisa diraih.
Menurut Gus Dur, jika Indonesia ingin tampil di Piala Dunia, yang pertama dibenahi bukan pemain atau pelatih, melainkan pengurus sepak bola.
"Menangani bola itu harus jelas. Jangan seperti PSSI.
Wong PSSI menangani bola secara amatir. Bola itu harusnya profesional," katanya dalam wawancara dengan Majalah Tiara pada 1996.
Ia mencontohkan keberhasilan klub-klub besar Eropa seperti FC Bayern Munich dan AC Milan pada era 1990-an yang ditentukan oleh kualitas manajemen, bukan hanya pemain bintang.
Jika pengurus dikelola profesional, pembinaan pemain, kompetisi, dan prestasi akan mengikuti.
>>> Garmin Luncurkan Forerunner 70 dan Forerunner 170 di India dengan Layar AMOLED
Meski Gus Dur telah tiada, pandangannya tentang profesionalisme pengurus sepak bola masih relevan hingga kini.
Update Terbaru
Biohacker Gagal Operasi Lobster untuk Kendalikan AI, Akhirnya Mati
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Roman Safiullin Kalahkan Joao Fonseca di Wimbledon, Lolos ke Babak Keempat
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Nasib Aktor China Xu Peng Berubah Drastis gegara AI, Kini Jual Sayur di Pasar
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Film G.I. Joe ala Danny McBride Dikabarkan Mulai Syuting Tahun Depan
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Apakah Konsol Generasi Baru Masih Dibutuhkan?
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Otoritas Tasmania Peringatkan Publik Jaga Jarak dari Neil si Anjing Laut
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Iran Gelar Pemakaman Enam Hari untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Pemilihan Senat Michigan
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ohio Laporkan 177 Kasus Parasit Cyclosporiasis di 43 Wilayah
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Arus Masuk ETF Bitcoin Spot AS Tembus 200 Juta Dolar per Hari
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
Laporan Guardian Ungkap Kesenjangan Nyeri Berdasarkan Etnis, Ini Solusinya
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
ITSB Pacu Transformasi Menuju Research University, Targetkan 2.500 Mahasiswa Akhir 2026
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Cara Investasi Reksadana untuk Pemula 2026: Modal Mulai Rp 10.000
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Setelah Pakai Galaxy Z Flip 7, Saya Tak Akan Beli Flip 8 Jika Samsung Tak Perbaiki Ini
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB






