Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra mengusulkan kenaikan bantuan stimulan untuk rumah rusak berat dari Rp60 juta menjadi Rp80 juta per unit.

Usulan ini bertujuan meningkatkan kualitas hunian permanen bagi penyintas bencana. Kenaikan nilai bantuan diharapkan mempercepat pemulihan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

>>> Honda Monkey 2026 Hadir dengan Warna Baru, Harga Rp88 Juta

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan tambahan bantuan akan difokuskan pada dua skema pembangunan hunian tetap (huntap). Pertama, huntap in-situ yang dibangun kembali di lokasi semula.

Kedua, huntap ex-situ mandiri di lokasi baru yang lebih aman.

Suharyanto menyebut usulan penyesuaian nilai bantuan menjadi Rp80 juta per unit didasarkan pada dua pertimbangan utama.

Pertimbangan itu adalah kenaikan harga material bangunan dan komitmen pemerintah meningkatkan standar kelayakan hunian.

Tambahan Rp20 juta per unit rencananya akan diarahkan untuk peningkatan kualitas fisik bangunan.

Peningkatan itu mencakup pemasangan keramik di seluruh ruangan dan kamar mandi, pemasangan plafon, plester dinding yang lebih halus, serta penambahan teras.

Saat ini standar bantuan Rp60 juta belum mencakup sejumlah elemen tersebut. "Sementara kalau yang sekarang Rp60 juta tidak pakai keramik dan tidak plester halus.

Kamar mandinya belum keramik. Kalau nanti tambah Rp20 juta, ya keramik semua.

>>> SELAMAT! Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah pada Jumat, 2 Juli 2026 di New York

Selain itu, ada plafon, kemudian di luar dikasih teras dan kamar mandi keramik semua," papar Suharyanto.

BNPB terus mempercepat pembangunan huntap in-situ maupun ex-situ mandiri di tiga provinsi terdampak. Dari total kebutuhan sekitar 16 ribu unit, sekitar 800 unit huntap telah masuk tahap pengerjaan.