Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) mengembangkan model prediksi hujan ekstrem berbasis deep learning.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengurangan risiko bencana banjir, khususnya di wilayah Semarang dan sekitarnya.

>>> Fitur Android yang Kurang Dikenal Ini Membantu Saya Memisahkan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Kolaborasi tersebut ditandai dengan pemasangan Automatic Weather Station (AWS) di lingkungan Gedung Geofisika dan Geothermal, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) UNDIP.

AWS akan mengumpulkan data cuaca real-time yang menjadi input bagi model kecerdasan buatan.

Memanfaatkan Deep Learning untuk Prediksi Akurat

Model prediksi yang dikembangkan menggunakan teknik deep learning untuk menganalisis pola cuaca historis dan data real-time.

Teknologi ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini lebih akurat terkait potensi hujan ekstrem.

>>> Hasil Prancis vs Paraguay: Skor Tipis, Les Bleus Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026

Dengan prediksi yang lebih tepat, pemerintah daerah dan masyarakat dapat melakukan langkah mitigasi lebih awal.

Hal ini penting mengingat Semarang termasuk wilayah yang rawan banjir akibat curah hujan tinggi dan pasang air laut.

BRIN dan UNDIP berharap model ini dapat diimplementasikan secara luas untuk mendukung sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi.

>>> Ole Romeny Susul Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Gabung Persib? Ini Kodenya

Pengembangan ke depan akan melibatkan lebih banyak stasiun cuaca dan penyempurnaan algoritma.