Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi menggabungkan empat perusahaan asset management milik negara.

Keempat BUMN tersebut adalah PNM Investment Management, BNI Asset Management, Mandiri Manajemen Investasi sebagai surviving entity, dan BRI Manajemen Investasi.

>>> Serangan Baru AS, Presiden Iran Langsung Pulang dari Irak ke Teheran

Keputusan merger diambil dalam rapat yang dihadiri CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir pada Selasa (7/7).

Platform Pengelolaan Aset Terintegrasi

Dony Oskaria menjelaskan merger ini merupakan bagian dari upaya membangun platform pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, efisien, dan profesional.

Tujuannya untuk mengoptimalkan nilai aset negara, memperkuat kapabilitas dan tata kelola, serta meningkatkan daya tarik investasi.

>>> Beratnya Bertahan di Dunia Kerja, Ini 5 Film China Bertema PHK yang Bikin Sedih

Dengan merger ini, Danantara akan memiliki perusahaan asset management terbesar di Indonesia yang mampu mengintegrasikan portofolio aset.

"Streamlining itu bukan tujuan akhir, yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara," ujar Dony.

Konsolidasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset negara sehingga memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.

>>> Harvey Awards 2026: Chainsaw Man, Demon Slayer, One Piece Masuk Nominasi

Langkah ini juga diyakini mampu meningkatkan produktivitas aset BUMN, memperkuat kepercayaan investor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.