Iran kembali melontarkan ancaman pembalasan terhadap Amerika Serikat setelah Washington melancarkan serangan baru di Selat Hormuz pada Selasa (7/7).

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa AS telah berulang kali melanggar nota kesepahaman (MoU) yang disepakati kedua negara untuk mengakhiri perang.

>>> IHSG Diproyeksi Menguat, Uji Area 6.083-6.203

"Iran menyampaikan peringatan keras mengenai konsekuensi atas pelanggaran perjanjian oleh Amerika Serikat, dan akan mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya," demikian pernyataan Kemlu Iran yang dikutip AFP.

Teheran menuduh Washington melanggar Pasal 10 MoU dengan mencabut pengecualian sementara terhadap sanksi yang menyasar penjualan minyak Iran, yang terjadi bersamaan dengan serangan militer.

Kementerian menyebut langkah Kementerian Keuangan AS itu sebagai "pelanggaran yang jelas" terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani pada 18 Juni lalu.

Menurut Iran, keputusan yang diambil kurang dari 20 hari setelah penandatanganan MoU menunjukkan "itikad buruk" dan membuktikan bahwa pemerintahan AS tidak dapat dipercaya.

Kemlu Iran juga menuduh Washington berulang kali melanggar sejumlah ketentuan dalam MoU, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui tindakan Israel di Lebanon.

>>> 5 Kota Paling Rawan Copet dan Penipuan Wisatawan

Pernyataan ini muncul setelah rentetan serangan terbaru AS ke sejumlah titik di Iran, termasuk di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan itu sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz baru-baru ini.

"Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," bunyi pernyataan CENTCOM di X.

Televisi pemerintah Iran melaporkan suara ledakan terdengar di setidaknya dua lokasi. Enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, pulau terbesar di sekitar Selat Hormuz.

>>> Jadwal Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026

Sedikitnya tujuh ledakan juga terdengar di kawasan dekat Pelabuhan Sirik, yang juga menjadi titik strategis bagi Iran dalam mengawasi Selat Hormuz.