Surabaya kini memiliki akademi drone pertama.

Petra Drone Academy resmi diluncurkan oleh Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Kristen (UK) Petra bekerja sama dengan PT SkyWay Aerospace Technology.

>>> Alesso Diam-Diam Menikahi Erin Michelle Cummins Bulan Lalu

Program ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan antara kebutuhan industri dan tenaga ahli drone di Indonesia.

Dekan FTI UK Petra, Handy Wicaksono, mengatakan bahwa lulusan tidak hanya bisa menerbangkan drone, tetapi juga menguasai regulasi keselamatan penerbangan sipil, pemrosesan data, integrasi sensor muatan, dan pemeliharaan.

Menurut data Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) yang dihimpun Terra Academy, saat ini ada lebih dari 15.000 drone profesional yang beroperasi aktif untuk pemetaan dan dokumentasi industri di Indonesia.

Laporan riset pasar dari Next Move Strategy Consulting mencatat nilai pasar drone komersial di Indonesia mencapai USD 515,5 juta (sekitar Rp8,2 triliun) pada 2025.

Angka itu diproyeksikan melonjak hingga USD 982,8 juta (hampir Rp15 triliun) pada 2030.

Handy menambahkan bahwa pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 13,77 persen membutuhkan dukungan tenaga terampil yang siap mengintegrasikan teknologi drone ke berbagai sektor industri.

>>> Killian Gonzales, Bocah 6 Tahun Tewas Tertimpa Kayu Apung di Pantai Washington

Program Satu Tahun Pertama di Indonesia

Petra Drone Academy menawarkan program kredit satu tahun pertama di Indonesia dalam bidang Teknologi Aplikasi UAV.

Program ini setara dengan 20 SKS yang terdiri dari delapan mata kuliah profesional dan dua mata kuliah pelatihan praktis.

Kurikulum mencakup empat pilar utama: Foundation Courses, Applied Courses, AI-Oriented Specialized Courses, dan Practical Training Courses.

Mahasiswa dibekali ilmu rekayasa seperti kelistrikan, aerodinamika, perakitan mandiri, dan pengolahan data berbasis kecerdasan buatan.

Program ini didukung oleh profesional dan akademisi dari China dan Taiwan. Lulusan akan mendapatkan Sertifikat Program Teknologi Aplikasi UAV dan berpotensi magang di Taiwan hingga peluang kerja global.

>>> Ted Cruz Hampir Menangis Bicarakan Kematian Lindsey Graham

Prof. Dr. Bill Tsair-Wang CHUNG dari Chung Yuan Christian University bertindak sebagai academic advisor. Ia berkomitmen menciptakan ekosistem pembelajaran kolaboratif untuk menjembatani bakat mahasiswa dengan industri UAV global.