Dua kota di Indonesia, Surabaya dan Bandung, masuk dalam daftar 20 kota dengan risiko panas ekstrem tertinggi di dunia.

Temuan ini berasal dari riset terbaru Oxford University yang menganalisis 205 kota berpenduduk lebih dari satu juta jiwa.

>>> Garuda Ubah Aturan Bagasi Gratis Mulai 1 September 2026

Penelitian tidak hanya mengukur suhu udara, tetapi juga menilai tiga faktor utama: tingkat paparan panas, kerentanan penduduk, dan kemampuan kota menghadapi dampak panas ekstrem.

Kota dengan suhu sangat tinggi belum tentu berisiko besar jika memiliki infrastruktur baik, ruang hijau memadai, serta akses terhadap pendingin ruangan dan layanan publik yang kuat.

Sebaliknya, kota dengan adaptasi rendah bisa menghadapi risiko lebih besar meski suhunya tidak setinggi kota lain.

Al Basrah di Irak menempati posisi pertama sebagai kota paling berisiko terhadap panas ekstrem. Kota itu memiliki kombinasi paparan panas tinggi, kerentanan masyarakat besar, dan kapasitas adaptasi terbatas.

Surabaya berada di peringkat ke-18 dengan skor risiko komposit 0,72. Bandung di posisi ke-19 dengan skor 0,71.

Daftar 20 Kota Berisiko Panas Ekstrem

Berikut daftar lengkap 20 kota dengan risiko panas ekstrem tertinggi versi University of Oxford: Al Basrah (Irak), Ahmedabad (India), Hyderabad (Pakistan), Bamako (Mali), Faisalabad (Pakistan), Barranquilla (Kolombia), Conakry (Guinea), Nagpur (India), Lagos (Nigeria), Bhopal (India), Port Harcourt (Nigeria), Kaduna (Nigeria), Madurai (India), Ibadan (Nigeria), Patna (India), Phnom Penh (Kamboja), Luanda (Angola), Surabaya (Indonesia), Bandung (Indonesia), dan Abidjan (Pantai Gading).

>>> Perbedaan Loose Powder dan Setting Powder, Kapan Harus Pakai Keduanya?

Peneliti utama dari Oxford Smith School of Enterprise and the Environment, Nethmi Jayaratne Kariyawasam, mengatakan risiko panas tidak hanya ditentukan oleh suhu tinggi.