Kenapa Jalan Tol Sering Diperbaiki? Ternyata Gara-gara Truk ODOL
Pengguna jalan tol kerap mengeluhkan perbaikan yang seolah tidak pernah selesai. Fenomena ini ternyata berkaitan erat dengan masalah truk kelebihan muatan atau Over Dimension Over Load (ODOL).
Plt.
>>> Indonesia Andalkan Nikel demi Rebut Posisi di Era AI Global
Sekretaris Jenderal Asosiasi Tol Indonesia (ATI), Kristianto, mengungkapkan bahwa kerusakan dini infrastruktur jalan tol dipicu oleh truk ODOL yang terus beroperasi.
Beban berlebih dari kendaraan tersebut menciptakan faktor kerusakan jalan hingga pangkat empat.
Akibatnya, badan usaha jalan tol (BUJT) harus mengeluarkan biaya operasional yang sangat besar untuk perbaikan berulang.
Kristianto menyebut adanya lingkaran setan antara kerusakan prematur akibat ODOL dan kebutuhan perbaikan yang terus-menerus.
Data Pelanggaran ODOL yang Mengkhawatirkan
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ni Komang Rasminiati, memaparkan data weight in motion (WIM) tahun 2025.
Tingkat pelanggaran ODOL di ruas tol Jasa Marga mencapai 17,62 persen untuk kendaraan non-golongan satu.
>>> Bank bjb dan Kemnaker Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi SDM Nasional
Angka tersebut lebih tinggi di jalan tol Trans Sumatera yang dikelola PT Hutama Karya, yaitu 21,29 persen.
Artinya, lebih dari seperlima kendaraan non-golongan satu yang melintas terindikasi melanggar aturan muatan.
Komang menegaskan bahwa kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi ketahanan aset infrastruktur nasional. Pelanggaran ODOL tidak hanya merusak jalan, tetapi juga menimbulkan dampak luas lainnya.
Dampak Lebih Luas Truk ODOL
Selain kerusakan fisik, truk ODOL berkontribusi pada penurunan kecepatan kendaraan dan kemacetan. Risiko kecelakaan dengan tingkat fatalitas tinggi juga meningkat akibat kendaraan kelebihan muatan.
Komang menambahkan bahwa pelanggaran ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu polusi dan emisi udara. Biaya preservasi jalan pun membengkak karena kerusakan dini yang terus terjadi.
Pengelola jalan tol berada dalam posisi dilematis: di satu sisi jalan harus tetap beroperasi, di sisi lain kerusakan akibat ODOL memerlukan penanganan berkelanjutan.
>>> Momen Prancis Hajar Spanyol 3-1 di Piala Dunia
Hal inilah yang membuat perbaikan jalan tol seolah tidak pernah usai.
Update Terbaru
Pelatih Swiss Sorot Kartu Merah Embolo usai Kalah dari Argentina
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
RI Buka Peluang Ekspor Telur Ayam ke Singapura Buntut Harga Anjlok
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
Cara Cek Penerima PKH Juli 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
Senin / 13-07-2026, 13:38 WIB
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
Komedian Temon Meninggal, Ini Bahaya Hipertensi bagi Jantung
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
Pemerintah Pusat dan Daerah Terapkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah
Senin / 13-07-2026, 13:36 WIB
CORE: Sewa Modal Gadai Berpotensi Lebih Mahal Jika Suku Bunga Tinggi Berlanjut
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Konsolidasi Tjokro Group Kian Solid, GPSO Siap Akselerasi Transformasi Industri
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Hari Pertama Sekolah, Pemprov DKI Izinkan ASN Antar Anak hingga Jam 12 Siang
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, 63 Luka-luka
Senin / 13-07-2026, 13:35 WIB
Redmi Note 17 5G Varian India Bocor: RAM 6GB, Penyimpanan 128GB, Dua Pilihan Warna
Senin / 13-07-2026, 13:33 WIB
Ramalan Zodiak Cinta 13 Juli: Taurus Perbaiki Komunikasi, Virgo Jaga Ucapan
Senin / 13-07-2026, 13:33 WIB
Viral Celana Zara Disebut 'Mematikan', Banyak Pembeli Terjatuh hingga Cedera
Senin / 13-07-2026, 13:33 WIB
Tahun 2026 yang Penuh Gejolak bagi IU: Kontroversi Drama, Serangan Politik, dan Putus dengan Lee Jong-suk
Senin / 13-07-2026, 13:28 WIB







