Bekas jerawat seringkali lebih sulit diatasi daripada jerawat itu sendiri. Meski jerawat sudah sembuh, bekas yang tertinggal bisa bertahan lama dan memengaruhi tekstur serta warna kulit.

Oleh karena itu, banyak orang mencari produk skincare yang diklaim mampu memudarkan bekas jerawat. Namun, tidak semua bekas jerawat memiliki karakteristik yang sama.

>>> Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu, 13 Orang Tewas

Sebelum memilih kandungan skincare, penting untuk mengetahui jenis bekas jerawat terlebih dahulu. Dengan begitu, perawatan yang dipilih bisa lebih tepat sasaran dan memberikan hasil optimal.

Penyebab Munculnya Bekas Jerawat

Bekas jerawat atau acne scars terbentuk ketika peradangan akibat jerawat menembus lapisan kulit yang lebih dalam hingga merusak jaringan di bawahnya.

Saat proses penyembuhan berlangsung, tubuh akan memproduksi kolagen.

Jika produksi kolagen terlalu sedikit atau justru berlebihan, hal ini menjadi penyebab munculnya bekas jerawat. Namun, tidak semua noda yang muncul setelah jerawat hilang tergolong bekas luka.

Bekas kemerahan, keunguan, atau kecokelatan setelah jerawat umumnya merupakan hiperpigmentasi pascaperadangan yang dapat memudar dengan sendirinya dalam beberapa bulan.

Jenis Bekas Jerawat

Secara umum, bekas jerawat dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni bekas cekung (atrophic scars) dan bekas menonjol (raised scars).

Bekas cekung merupakan jenis yang paling sering ditemukan di wajah.

Bekas cekung muncul akibat produksi kolagen yang kurang saat kulit memperbaiki diri.

Jenisnya meliputi boxcar scars (berbentuk U dengan tepi tegas), ice pick scars (lubang kecil berbentuk V yang sulit ditangani), dan rolling scars (cekungan lebar dengan tepi membulat).

Sementara itu, bekas menonjol biasanya lebih sering muncul di dada atau punggung. Bekas ini terbentuk akibat produksi kolagen yang berlebihan selama proses penyembuhan luka.