Pemilihan umum Israel yang krusial untuk menentukan kelanjutan kekuasaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah ditetapkan oleh Knesset.

Parlemen Israel mengumumkan bahwa pemungutan suara tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober mendatang.

>>> Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI untuk Fasilitas Medis Nasional

Tanpa perlu mengesahkan Undang-Undang Pembubaran Knesset, masa jabatan parlemen saat ini memang diperkirakan berjalan sampai akhir.

Politikus berusia 76 tahun tersebut sudah mengonfirmasi pencalonannya kembali untuk meraih periode ketujuh sebagai perdana menteri.

Tantangan Politik dan Persaingan Ketat

Pemilu mendatang dipandang luas sebagai bentuk referendum atas jalannya kepemimpinan Netanyahu sejak dimulainya konflik di Gaza.

Ia menghadapi kritik tajam terkait kegagalan keamanan menyusul serangan Hamas yang terjadi pada tanggal 7 Oktober 2023 lalu.

Selain itu, mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Gadi Eisenkot muncul sebagai penantang utama dalam kontestasi ini.

>>> Polda Jabar Minta Maaf Usai Alphard Pelat Palsu Terobos Lampu Merah HI

Jajak pendapat dari media Channel 13 menunjukkan partai Yashar pimpinan Eisenkot unggul tipis atas partai Likud.

Eisenkot sebelumnya merupakan anggota kabinet perang yang memilih mundur karena menilai pemerintah gagal mencapai target di Gaza.

Di sisi lain, Netanyahu juga masih harus menjalani proses persidangan atas kasus korupsi yang sedang dihadapinya.

Peneliti senior Chatham House Yossi Mekelberg menyebut pemilu ini sebagai momen paling menentukan sekaligus penuh polarisasi.

Penilaian Pengamat dan Isu Internasional

Putra Gadi Eisenkot sendiri dilaporkan tewas pada awal perang Israel di Gaza pada Desember 2023 silam.

>>> Batasi Beban Kerja 40 Jam, IDI Evaluasi Program Dokter Magang

Hampir tiga tahun berselang sejak agresi dimulai, kelompok Hamas belum juga berhasil dihancurkan sesuai janji pemerintahan Netanyahu.

Di tengah tekanan domestik, Israel turut menghadapi tuduhan melakukan genosida dari sejumlah organisasi hak asasi manusia terkemuka dunia.

Yossi Mekelberg menilai berbagai persoalan mulai dari Gaza, Tepi Barat, Iran, hingga Lebanon belum terselesaikan hingga saat ini.

Hubungan bilateral dengan dunia internasional, termasuk Amerika Serikat, pun dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup serius.

Pemerintah juga dituduh terus memperkenalkan undang-undang yang secara drastis menggerogoti fondasi demokrasi di dalam negeri.

>>> Hasil Washington Open: Janice Tjen Lolos ke Babak 16 Besar

Dengan seluruh dinamika tersebut, pemilu akhir Oktober kelak diprediksi menjadi perhelatan paling penting sejak negara tersebut berdiri pada 1948.