Sampah organik masih menjadi masalah utama di Kota Depok. Salah satu solusi yang mulai dikembangkan adalah pengolahan menggunakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.

Garudafood meresmikan Rumah Maggot di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, pekan ini. Fasilitas serupa sebelumnya telah dibangun di Jatijajar dan Sukmajaya.

>>> 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Bawa Kemakmuran

Program Kampung Wirausaha Maggot yang dijalankan sejak 2024 ini telah menjangkau tujuh kelurahan. Hingga Juni 2026, lebih dari 100 ton sampah organik rumah tangga berhasil dikelola.

Dari pengolahan tersebut dihasilkan sekitar 9,7 ton maggot BSF. Program ini diperkirakan mengurangi emisi hingga 325 ton setara karbon dioksida.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Maggot

Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana, mengatakan program ini tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi.

Hadijah, penerima manfaat yang memimpin kelompok budidaya maggot di Depok Jaya, mengaku panen perdana kelompoknya mencapai 20 kilogram.

>>> AS Buka Jalan Arab Saudi Kembangkan Senjata Nuklir

"Warga mulai terbiasa membawa sampah organik ke sini," ujarnya.

Rumah maggot menjadi tempat pengolahan sampah organik sekaligus budidaya lalat BSF.

Larva maggot mengonsumsi sisa makanan, sementara lalat dewasa berkembang biak di ruang khusus sehingga siklus budidaya berlangsung mandiri.

Program ini telah melibatkan lebih dari 60 kepala keluarga di tujuh kelurahan: Jatijajar, Sukmajaya, Depok Jaya, Limo, Meruyung, Tanah Baru, dan Jatimulya.

>>> Isu Pribadi di Kasus Febrie Adriansyah: Ada Operasi Rahasia?

Hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas, sedangkan sisa penguraiannya diolah menjadi pupuk organik. Garudafood berencana memperluas program ini untuk mendorong ekonomi sirkular.