Divisi Xbox milik Microsoft dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.000 karyawan pada bulan depan.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari efisiensi internal perusahaan.

>>> Bank Dunia: Kualitas Pekerjaan Buruk Ancam Kelas Menengah Indonesia

Kebijakan perampingan tersebut diprediksi akan menyasar sektor anggaran pemasaran, operasional bisnis, serta potensi perombakan hingga penutupan sejumlah studio game.

Kondisi finansial yang menurun menjadi alasan utama di balik keputusan ini.

Sebelum kebijakan ini diumumkan, manajemen telah mengirimkan memo internal kepada staf mengenai fase penyelarasan strategi baru. Penataan ulang organisasi ini direncanakan berlangsung selama 100 hari ke depan.

Penurunan Pendapatan dan Lonjakan Biaya

CEO Xbox Asha Sharma dan Chief Content Officer Xbox Matt Booty mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir, perusahaan telah menghabiskan lebih dari USD 20 miliar untuk investasi konten, platform, dan subsidi perangkat keras.

Namun, pendapatan tahunan justru anjlok hampir setengah miliar dolar dalam periode yang sama.

>>> Polri Aktifkan Kembali Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026

Kondisi keuangan yang terus merosot membuat manajemen menegaskan perlunya perubahan haluan strategi bisnis. "Ke depannya, tren seperti ini tidak boleh terus berlanjut," tegas Asha Sharma dan Matt Booty.

Selain masalah keuangan, perusahaan menghadapi lonjakan biaya produksi komponen perangkat keras untuk musim liburan tahun 2027 mendatang.

Harga suku cadang dan memori diproyeksikan naik lebih dari lima kali lipat dibandingkan dua tahun lalu.

Untuk mengatasi persoalan operasional ini, manajemen Xbox bersiap merombak total sistem infrastruktur mereka.

>>> Millennium Pharmacon Pertahankan Sertifikasi ISO untuk Genjot Pertumbuhan

Perusahaan juga membuka peluang kerja sama model bisnis konsol pihak ketiga dengan pabrikan PC serta menjajaki potensi merger dan akuisisi baru.