Investor asing terus membukukan aksi beli bersih pada saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) selama sepuluh pekan beruntun di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Emiten properti milik Agung Sedayu dan Salim Group ini mencatatkan net buy sebesar Rp 32,15 miliar pada periode 8-12 Juni 2026.

>>> Hati-Hati, Konsumsi Keju Berlebihan Bisa Berbahaya bagi Kesehatan

Harga saham PANI pun melesat 18,10 persen dan ditutup di level 6.850 pada Jumat (12/6/2026), menguat 9,16 persen.

Volume perdagangan mencapai 5,97 juta saham dengan frekuensi 3.666 kali dan nilai transaksi Rp 39,60 miliar.

Tren akumulasi ini konsisten sejak pekan kedua April 2026.

Total net buy investor asing pada saham PANI sejak 6 April hingga 12 Juni 2026 telah menembus Rp 160,46 miliar.

Aksi beli masif terjadi meskipun harga saham PANI sempat tertekan seiring fluktuasi IHSG.

>>> Manchester United Kejar Matheus Fernandes untuk Perkuat Lini Tengah

Free Float dan Kepemilikan Saham

PT Multi Artha Pratama (MAP) selaku entitas Agung Sedayu dan Salim Group masih menguasai 84,09 persen saham PANI per akhir Mei 2026.

Porsi free float di sistem bursa tercatat 8,24 persen, namun secara riil mencapai 15,91 persen menurut Sekretaris Perusahaan PANI Christy Grassela.

Christy menjelaskan bahwa perbedaan metodologi penghitungan antara SRO dengan internal perseroan menyebabkan data free float di bursa lebih rendah.

Penerapan formula klasifikasi baru oleh OJK, BEI, dan KSEI membuat free float mengecil dari 15,9 persen menjadi sekitar 8 persen.

>>> MPMX Fasilitasi Wirausaha Disabilitas Lewat Program MPM BISA

Manajemen menilai penurunan ini lebih bersifat administratif dan teknis pencatatan, di mana beberapa investor institusi, reksadana, atau asing masuk dalam klasifikasi non-free float.