Aliran modal asing diperkirakan akan membanjiri sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) jika hasil MSCI Market Accessibility Review dan MSCI Market Classification Review memberikan sentimen positif bagi pasar modal domestik.

Saham perbankan yang likuid dan berbobot besar dalam indeks menjadi pintu masuk utama bagi investor global.

>>> SKB 3 Menteri Tetapkan 2 Tanggal Merah April 2026

Indonesia menghadapi tiga agenda penting pada Juni 2026: MSCI Market Accessibility Review pada 18 Juni, FTSE Rebalancing pada 19 Juni, dan MSCI Market Classification Review pada 23 Juni.

Sektor Perbankan Jadi Sasaran Utama

Investment Specialist KISI Sekuritas, Ahmad Faris Mu’tashim, menilai sektor perbankan berpotensi menjadi tujuan utama aliran dana asing apabila hasil review MSCI positif.

“Tentu yang pertama dituju adalah sektor perbankan sebagai saham yang paling likuid,” ujar Faris.

Setelah perbankan, dana investor global diproyeksikan beralih ke sektor ritel yang merepresentasikan bonus demografi Indonesia.

“Lalu perlahan akan masuk ke sektor ritel sebagai proxy bonus demografi Indonesia,” paparnya.

Katalis Pemulihan di Semester II 2026

Arah IHSG pasca-pengumuman MSCI dan FTSE belum bisa disimpulkan secara instan. Pelaku pasar mencermati fundamental perbankan, terutama tren kenaikan NPL dan stagnasi NIM.

Fase pemulihan kinerja pada paruh kedua tahun ini menjadi pendorong terdekat bagi sektor perbankan.

“Melihat tren NPL yang naik dan NIM cenderung stagnan, kami melihat too early untuk bilang demikian, paling tidak perbaikan kinerja di semester 2 2026 menjadi katalis paling dekat,” pungkas Faris.

Evaluasi MSCI Market Accessibility Review diyakini membawa pengaruh paling kuat terhadap IHSG karena besarnya AUM global yang berkiblat pada indeks MSCI.