Investor asing kembali menunjukkan minatnya pada saham perbankan Indonesia.

Pada perdagangan sesi I, Senin (15/6/2026), mereka mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 257,8 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

>>> Kaspersky: Lebih dari 1 Juta Serangan Pencuri Kata Sandi di Asia Tenggara Sepanjang 2025

Aksi borong ini menyasar dua saham bank berkapitalisasi besar, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Berdasarkan data BEI yang dilansir Stockbit Sekuritas, akumulasi beli bersih pada saham BBCA mencapai Rp 257,5 miliar.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 41,22 juta saham dengan harga rata-rata sesi I.

Aksi beli di pasar reguler itu berbarengan dengan penguatan harga saham BBCA sebesar 7,59% ke level Rp 6.375.

Dalam sebulan terakhir, saham BBCA telah menguat 4,5%, meskipun secara year to date (ytd) masih terkoreksi 21%.

Data IDX menunjukkan saham BBCA telah ditransaksikan sebanyak 248,6 juta saham dengan frekuensi 53,07 ribu kali dan nilai transaksi Rp 1.553 triliun.

>>> Virgil van Dijk Kritik Hydration Breaks Piala Dunia 2026: Demi Iklan?

Kinerja ini melanjutkan tren positif pekan lalu, saat asing membukukan net buy Rp 192,8 miliar pada saham BBCA pada Jumat (12/6/2026).

Sementara itu, investor asing juga membukukan net buy pada saham BMRI senilai Rp 245,39 miliar berdasarkan harga rata-rata sesi I.

Volume perdagangan saham bank pelat merah tersebut mencapai 55,96 juta saham.

Aksi serupa di pasar reguler mendorong harga saham BMRI naik 5% ke level Rp 4.410.

Dalam sebulan terakhir, saham BMRI melonjak 5%, namun secara year to date (ytd) tercatat turun 13,5%.

Laporan IDX mencatat saham BMRI telah diperdagangkan hingga 151,6 juta saham dengan frekuensi 32,92 ribu kali dan nilai transaksi Rp 664,8 miliar.

>>> 8 Drakor Raih Rating Tertinggi pada Minggu Ketiga Februari 2026

Kondisi ini berbalik dari perdagangan Jumat pekan lalu, saat saham BMRI sempat dilepas asing dengan net sell Rp 168,1 miliar.