Kaspersky: Lebih dari 1 Juta Serangan Pencuri Kata Sandi di Asia Tenggara Sepanjang 2025
Ancaman siber di Asia Tenggara semakin meningkat, terutama serangan yang menargetkan sektor bisnis.
Laporan terbaru dari Kaspersky mengungkapkan bahwa password stealer atau pencuri kata sandi menjadi senjata utama peretas untuk menyusup ke jaringan perusahaan.
>>> Virgil van Dijk Kritik Hydration Breaks Piala Dunia 2026: Demi Iklan?
Sepanjang tahun 2025, solusi keamanan Kaspersky berhasil menggagalkan lebih dari 1 juta upaya serangan password stealer di kawasan Asia Tenggara.
Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 18% dibandingkan tahun sebelumnya.
Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terdampak.
Sistem Kaspersky mencatat 234.615 serangan berhasil dicegah di dalam negeri pada tahun lalu, meningkat 7% dari tahun sebelumnya.
Data Serangan Password Stealer di Asia Tenggara
Vietnam mencatat jumlah serangan tertinggi dengan 468.313 insiden, naik 21% dari tahun sebelumnya. Malaysia mengalami lonjakan signifikan sebesar 33% dengan total 244.061 serangan.
Filipina mencatat 25.310 serangan, naik 41%, sementara Singapura mengalami peningkatan 25% dengan 33.926 serangan.
Thailand menjadi satu-satunya negara yang mengalami penurunan, yakni 21% dengan 53.218 serangan.
Malware password stealer dirancang untuk mencuri kredensial dari browser, termasuk cache, cookie, dan data dompet kripto.
>>> 8 Drakor Raih Rating Tertinggi pada Minggu Ketiga Februari 2026
Dengan kredensial yang dikuasai, pelaku dapat melakukan penipuan finansial, pencurian identitas, hingga serangan lanjutan.
Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, menekankan pentingnya melindungi kredensial.
"Analisis terhadap 193 juta kata sandi yang diretas menemukan bahwa 45% dapat dibobol dalam waktu kurang dari satu menit.
Hanya 23% yang cukup kuat bertahan lebih dari setahun," ujarnya.
Kaspersky merekomendasikan penggunaan password manager untuk membuat dan menyimpan kata sandi acak yang unik.
Selain itu, aktifkan otentikasi multi-faktor (2FA) dan hindari penggunaan informasi pribadi seperti tanggal lahir sebagai kata sandi.
Bagi perusahaan, implementasi platform keamanan modern seperti Kaspersky Next yang mengintegrasikan EDR dan XDR sangat disarankan.
>>> BPOM Jelaskan Perbedaan Kategori dan Fungsi Produk Olahan Susu
Pembaruan perangkat lunak secara berkala dan edukasi keamanan siber bagi karyawan juga menjadi kunci untuk mencegah infiltrasi digital.
Update Terbaru
Tak Bisa Diremehkan! Baca Killer Peter Chapter 134 Sub Indo Terbaru
Selasa / 16-06-2026, 10:00 WIB
Baca Lookism Chapter 612 Bahasa Indonesia, Konflik Memanas!
Selasa / 16-06-2026, 10:00 WIB
Baca Sekarang Killer Peter Chapter 135 Bahasa Indonesia, Wajib Baca!
Selasa / 16-06-2026, 10:00 WIB
Umat Islam Sambut 1 Muharram 1448 H dengan Refleksi Diri
Selasa / 16-06-2026, 09:59 WIB
PBB Soroti Akses Air Bersih dan Kesetaraan Gender di Hari Air Sedunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 09:59 WIB
Barcelona Targetkan Kemenangan atas Real Betis Usai Tumbang di Alaves
Selasa / 16-06-2026, 09:59 WIB
Daftar Kode Redeem FF 12 Mei 2026 dan Promo Diskon Diamond Kiosgamer
Selasa / 16-06-2026, 09:56 WIB
Pedagang Harus Tahu Pentingnya SKKH untuk Hewan Kurban
Selasa / 16-06-2026, 09:56 WIB
Jadwal KRL Solo Jogja 16 Juni 2026: Rute dan Jam Keberangkatan Lengkap
Selasa / 16-06-2026, 09:56 WIB
Kementerian ESDM Usul Anggaran Rp815,56 Miliar untuk Program Kompor Listrik
Selasa / 16-06-2026, 09:56 WIB
Harga iPhone 16 Pro Max April 2026 Turun Drastis hingga Rp 7 Juta
Selasa / 16-06-2026, 09:54 WIB
AQUA Resmi Jadi Title Partner DBL Dance Competition Musim 2026/2027
Selasa / 16-06-2026, 09:52 WIB
Steam Diskon Game PC Hingga 90 Persen, Termasuk Resident Evil
Selasa / 16-06-2026, 09:52 WIB
Ustaz Ahsanul Falihin: Jangan Remehkan Shalat, Ini Amalan Pertama yang Dihisab
Selasa / 16-06-2026, 09:52 WIB






