Siber Kian Mengancam, Kenali 4 Kebiasaan Buruk Pengguna Browser
Aktivitas ekonomi digital di Indonesia yang tumbuh pesat memicu tantangan baru berupa peningkatan ancaman kejahatan siber.
Transaksi daring, belanja digital, hingga tingginya penggunaan internet lewat ponsel kini menjadi sasaran empuk para pelaku penipuan.
>>> Gugat Netflix, Tyra Banks Mengaku Alami Tekanan Mental Akibat Penggambaran di Docuseries
Indonesia Antiscam Center (IASC) mencatat lonjakan laporan aktivitas ilegal yang signifikan di ruang digital dalam dua tahun terakhir.
Risiko besar ini sering kali bermula dari kebiasaan digital sepele yang diabaikan pengguna.
Tindakan sederhana seperti mengklik tautan mencurigakan atau memakai kata sandi lemah dapat membuka pintu pencurian data. Pengguna wajib mewaspadai empat kebiasaan buruk saat menggunakan peramban (browser).
4 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari
Banyak pengguna membiarkan puluhan tab tetap aktif tanpa menutupnya secara benar.
Selain membebani kinerja perangkat, tab yang terbuka bisa menjalankan pelacak atau memuat iklan di latar belakang tanpa disadari.
Demi kecepatan akses, banyak orang langsung menyetujui semua cookie tanpa membaca pengaturan. Padahal, sebagian cookie berfungsi melacak aktivitas lintas situs untuk mengumpulkan data minat pengguna.
>>> DJP Ajukan Pagu Indikatif Rp 5,40 Triliun untuk Anggaran 2027
Ekstensi memang praktis, namun tidak semuanya aman untuk perangkat. Beberapa ekstensi berbahaya dapat memantau aktivitas online hingga mencuri informasi login pengguna.
Menunda pembaruan karena merasa peramban masih berfungsi baik merupakan kesalahan fatal. Pembaruan rutin membawa tambalan keamanan untuk menutup celah yang baru ditemukan.
Michael Tegos, Product Privacy & Security Advocate Opera, menekankan bahwa keamanan online sangat bergantung pada kendali pengguna.
"Perubahan kebiasaan kecil seperti memperbarui browser atau lebih selektif dalam menerima cookie dapat membantu mengurangi risiko paparan terhadap pelaku kejahatan siber secara signifikan," ujarnya.
Kesadaran akan keamanan siber harus menjadi prioritas seiring melekatnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
>>> AS Tolak Visa Sebelas Staf Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026
Keamanan digital bukan hanya soal kecanggihan teknologi, melainkan juga kedisiplinan pengguna menjaga kebiasaan sehat saat berselancar di internet.
Update Terbaru
Aturan SPMB SMP Bandung 2026: Syarat Usia dan Domisili Diperketat
Senin / 15-06-2026, 19:24 WIB
Pemerintah Cairkan Bansos PKH dan BPNT Tahap Dua Juni 2026
Senin / 15-06-2026, 19:24 WIB
Harga Perak Antam 15 Juni 2026 Naik Besar Jadi Rp 47.150 per Gram
Senin / 15-06-2026, 19:23 WIB
Bioskop Trans TV Malam Ini Tayangkan Film The Equalizer
Senin / 15-06-2026, 19:21 WIB
Telkomsel dan Fola Play Hadirkan Paket Bundling Streaming Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Hajime Moriyasu Kecewa Jepang Hanya Imbang Lawan Belanda
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Anjing Lahap Daging Restoran BBQ di China Picu Kecaman Publik
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Aktivis Rohingya Noor Azizah Dikecam Warganet Tiga Negara
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Erick Thohir Naturalisasi Dua Pesepak Bola Australia Keturunan Indonesia
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Shin Tae-yong Akui Gugup Latih Persija Jakarta
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG Berkah bagi Investor Global
Senin / 15-06-2026, 19:19 WIB
IHSG Melonjak 5,03 Persen ke Level 6.309 pada Sesi Pertama
Senin / 15-06-2026, 19:18 WIB
Aktivis Rohingya Noor Azizah Dikecam Usai Pidato Singgung Indonesia, Malaysia, Thailand
Senin / 15-06-2026, 19:18 WIB
TVRI Siarkan Langsung Swedia vs Tunisia di Piala Dunia 2026 Hari Ini
Senin / 15-06-2026, 19:17 WIB






