Shalat bukan sekadar ibadah rutin yang menggugurkan kewajiban. Ibadah ini merupakan amalan yang pertama kali diperiksa oleh Allah SWT pada hari kiamat.

Kualitas amal-amal lainnya dari seorang hamba akan tampak dari bagaimana kualitas shalat yang dilakukannya. Pesan ini disampaikan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

>>> HONOR X70 Pro Max Resmi Meluncur dengan Baterai 8560mAh dan IP69K

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka sungguh ia beruntung dan sukses.

Jika shalatnya rusak, maka sungguh ia rugi dan celaka.

Jika ada kekurangan pada shalat fardhunya, maka Allah Azza wa Jalla berfirman, 'Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunah sehingga dengan itu kekurangan dari shalat fardhunya bisa disempurnakan?'

Kemudian seluruh amalannya dihisab seperti itu juga." (HR.

Abu Dawud, Tirmidzi, an-Nasa'i, dinilai sahih oleh Al-Albani).

Hadis ini menunjukkan betapa agung kedudukan shalat dalam Islam. Shalat menjadi amalan pertama yang diperiksa sebelum amalan lainnya.

Bila shalat seorang hamba dikerjakan dengan khusyuk serta memenuhi rukun, syarat, kewajiban, dan sunahnya, maka hal itu menjadi pertanda baik bagi amal-amal yang lain.

Sebaliknya, seorang muslim patut khawatir terhadap keadaan amalnya secara keseluruhan jika shalat diabaikan atau dilakukan tanpa kesungguhan. Shalat ibarat lokomotif yang menarik rangkaian gerbong amal.

Di balik ancaman tersebut, hadis ini juga memancarkan kasih sayang Allah kepada hambanya.

>>> Ratusan Nama Bayi Perempuan Timur Tengah Penuh Makna dan Doa Baik

Kekurangan dalam shalat wajib tidak serta-merta membuat seorang hamba binasa karena Allah membuka jalan penyempurnaan melalui amalan-amalan sunah.