Umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri secara lahir dan batin menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H. Salah satu persiapan yang diajarkan adalah mandi sunnah hari raya.

Mandi sebelum shalat Id bukan sekadar membersihkan badan. Kegiatan ini merupakan bagian dari adab menyambut momentum ibadah besar agar tubuh suci, bersih, dan rapi.

>>> 15 Tanaman Hias Indoor Minim Cahaya Matahari yang Mudah Dirawat

Para ulama sepakat bahwa hukum mandi sebelum shalat Idul Adha adalah sunnah. Amalan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap hari raya sekaligus persiapan jasmani dan rohani.

Dalil Anjuran Mandi Sunnah Idul Adha

Anjuran mandi pada hari raya bersumber dari riwayat Ali bin Abi Thalib RA.

Dalam hadis riwayat Al-Baihaqi, Ali RA menyebutkan hari-hari yang dianjurkan mandi, termasuk Idul Adha dan Idul Fitri.

Kebiasaan ini juga dipraktikkan langsung oleh Rasulullah SAW. Hadis riwayat Ibnu Majah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mandi pada Hari Raya Fitri dan Hari Raya Adha.

Niat Mandi Sunnah Idul Adha

Niat mandi sunnah Idul Adha dianjurkan dibaca sebelum memulai prosesi pembersihan tubuh. Berikut lafalnya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْأَضْحَى سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla li 'iidil adhha sunnatan lillaahi ta'aalaa. Artinya: "Aku berniat mandi sunnah untuk Idul Adha karena Allah Ta'ala."

Niat ini cukup dihadirkan di dalam hati. Namun, umat muslim boleh melafalkannya secara lisan untuk menuntun kekhusyukan.

>>> Riset Populix: Olahraga Jadi Sarana Networking Pekerja Urban

Waktu Pelaksanaan Menurut Ulama

Terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai batas waktu mandi sunnah ini. Mazhab Hanafi dan Hanbali menyatakan dilakukan sebelum shalat Id.

Mazhab Maliki berpendapat dimulai sejak akhir malam hingga terbit pagi. Mazhab Syafi'i menyebutkan sejak pertengahan malam hingga matahari terbenam.