Topan Bavi menerjang gugusan Pulau Sakishima di Jepang selatan pada Sabtu (11/7).

Cuaca ekstrem ini membawa hujan deras dan angin kencang yang memicu peringatan banjir serta tanah longsor.

>>> EA Hapus Progres Berbayar di College Football 27 Usai Protes Pemain

Dampak topan juga terasa di Taiwan. Pemerintah setempat mengevakuasi lebih dari 14 ribu penduduk, terutama dari wilayah pegunungan di utara dan timur pulau.

Secara keseluruhan, hampir 1.200 penerbangan di Jepang dan Taiwan dibatalkan akibat cuaca buruk.

Di Jepang, seluruh layanan penerbangan dan kapal feri menuju serta dari Pulau Ishigaki dihentikan sepanjang Sabtu.

Di Taiwan, sebanyak 917 penerbangan internasional dan seluruh 274 penerbangan domestik dibatalkan.

Pemerintah juga menetapkan "libur topan" pada Sabtu sehingga sekolah dan kantor yang beroperasi di akhir pekan ditutup.

Badan Meteorologi Jepang melaporkan Topan Bavi memiliki kecepatan angin berkelanjutan maksimum 144 kilometer per jam di dekat pusat badai.

Embusan angin diperkirakan mencapai 198 kilometer per jam.

>>> Assassin's Creed Black Flag Resynced Cetak Rekor Steam dengan 2 Juta Penjualan Hari Pertama

Di Pulau Ishigaki, Prefektur Okinawa, angin kencang menerbangkan puing-puing kecil di jalanan yang nyaris kosong. Kapal-kapal di pelabuhan tampak bergoyang diterjang arus dan gelombang tinggi.

Meski diperkirakan tidak mendarat langsung di Taiwan, Topan Bavi diprediksi membawa curah hujan sangat tinggi, bahkan mendekati 1 meter di sejumlah wilayah.

Layanan kereta cepat yang menghubungkan utara dan selatan Taiwan tetap beroperasi dengan jadwal dikurangi.

Di ibu kota Taipei, hujan dan angin kencang masih terjadi.

Seorang warga, Yeh Mao-hsiung (68), mengatakan kondisi masih baik-baik saja dan hanya angin sedikit lebih kencang saat berjalan pagi bersama anjingnya.

Setelah melewati Taiwan ke arah timur laut, Topan Bavi diperkirakan menghantam Kota Wenzhou di China bagian timur pada Minggu (12/7).

>>> Mantan Developer Ungkap Ambisi Besar di Balik Gagalnya Peluncuran Assassin's Creed Unity

Kota berpenduduk sekitar 10 juta jiwa itu bersiap menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, dan banjir.