Lebih dari 14 ribu warga di Taiwan terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat Topan Bavi.

Topan ini sebelumnya menghantam pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang dan kini bergerak menuju China dan Taiwan.

>>> Hanaori-san Still Wants to Fight in the Next Life Dapat Dub Inggris pada 11 Juli

Topan Bavi menyebabkan pemadaman listrik massal di Okinawa, Jepang. Kini, topan tersebut menghantam Taiwan bagian utara saat bergerak menuju China.

Jalan-jalan di kota pelabuhan Keelung, Taiwan, sebagian besar sepi. Kota ini diperkirakan menjadi salah satu daerah yang paling terkena dampak topan.

Seorang pemilik toko bernama Tsai mengatakan kepada AFP bahwa semua orang takut akan cuaca buruk dan memilih tinggal di dalam rumah.

Ia tetap keluar karena ada pesanan makanan yang harus diantar.

Perkembangan Topan Bavi

Setelah menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara pada Senin (6/7), Bavi diturunkan statusnya menjadi topan saat bergerak melintasi Samudra Pasifik.

>>> Tips Memilih Sepatu Sekolah yang Tahan Lama dan Nyaman Dipakai

Kecepatan angin maksimum Bavi melambat menjadi 144 kilometer per jam, dengan hembusan sekitar 180 kilometer per jam pada Sabtu (11/7).

Badan Meteorologi Pusat Taiwan (CWA) memperingatkan akan adanya hujan deras ekstrem di seluruh wilayah Taiwan utara.

Gelombang berbahaya hingga sekitar 10 meter diperkirakan terjadi di sepanjang pantai saat Bavi mendekati bagian utara pulau.

Peramal cuaca CWA Jasong Cheng mengatakan dampak topan akan lebih signifikan pada siang hari. Periode dampak terbesar diperkirakan sekitar setengah hari hingga sore hari.

>>> Kim Won Hee Minta Maaf Usai Tiru Gaya Rambut Jennie BLACKPINK di MET Gala

Topan Bavi diperkirakan akan menjadi topan terbesar yang melanda Taiwan dalam lebih dari 30 tahun.