Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, akhirnya angkat bicara mengenai tuduhan yang kerap dialamatkan kepada timnya di setiap gelaran Piala Dunia.

Menurut Scaloni, anggapan bahwa Argentina selalu diistimewakan wasit sudah ada sejak lama, tepatnya sejak mereka menjuarai Piala Dunia 1986.

>>> Sinopsis The World Is Not Enough, Bioskop Trans TV 11 Juli 2026

"Sikap meremehkan dan favoritisme wasit terhadap tim nasional Argentina sudah sejak 1986. Mereka mengatakan kami diistimewakan.

Itu bukan hal baru," ujar Scaloni seperti dikutip dari Marca.

Scaloni menambahkan bahwa Argentina adalah tim yang selalu menghidupkan turnamen, sehingga wajar jika banyak pihak tidak ingin mereka menang.

Argentina memang selalu menjadi favorit juara di Piala Dunia berkat sejarah gemilang mereka. Hingga saat ini, tim Tango telah mengoleksi tiga gelar, yakni pada 1978, 1986, dan 2022.

Pada edisi 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Argentina berhasil melaju hingga babak semifinal. Namun, perjalanan mereka tidak lepas dari kontroversi.

>>> Gus Ipul Sambut Perubahan Positif Siswa Sekolah Rakyat Lombok Barat

Banyak pihak menilai keputusan wasit selalu memihak Lionel Messi dan kawan-kawan. Scaloni pun menegaskan bahwa dengan adanya VAR, sangat sulit bagi wasit untuk membantu tim tertentu.

"Kaki Lisandro Martinez diinjak, tidak ada perubahan kepemilikan bola, dan gol tersebut dianulir. Dengan media sosial saat ini, semuanya diperbesar, tetapi tidak ada favoritisme.

Saat ini sangat sulit untuk membuat wasit berpihak kepada siapa pun," tegas pelatih berusia 48 tahun itu.

Scaloni juga menyebut bahwa para pemainnya menjadikan tuduhan tersebut sebagai motivasi. "Mungkin bahkan ada lebih banyak orang yang tidak ingin kami menang.

>>> Besok Transmart Full Day Sale Lagi, Diskon 50% + 20% di Semua Toko

Para pemain kami menggunakannya sebagai semacam pemberontakan," pungkasnya.