Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan peluang setara dalam mengakses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat bersama calon siswa dan orang tua di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7).

>>> Besok Transmart Full Day Sale Lagi, Diskon 50% + 20% di Semua Toko

"Anak-anak yang selama ini mungkin mengubur mimpinya, sekarang mulai lebih percaya diri, lebih optimistis, dan berani meraih cita-citanya," ujar Gus Ipul.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mempertemukan calon siswa dengan siswa Sekolah Rakyat yang telah menjalani pembelajaran selama satu tahun sejak awal rintisan pada Juli 2025.

"Anak-anak yang tampil di depan tadi adalah anak-anak yang dijangkau melalui data yang dimiliki pemerintah.

Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran, tetapi negara yang menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini mungkin belum terlihat dalam proses pembangunan," katanya.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga pada desil 1 dan 2, yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi paling bawah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Setelah satu tahun menjalani pendidikan, Gus Ipul menilai para siswa mulai menunjukkan perubahan, mulai dari peningkatan rasa percaya diri hingga keberanian untuk kembali menggantungkan cita-cita.

Kisah Novatul dan Haikal

Salah satu siswa yang mengalami perubahan adalah Novatul Alratia (14) dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat.

Awalnya pemalu dan kurang percaya diri, kini ia menorehkan prestasi sebagai juara pertama pencak silat tingkat nasional.

Novatul mantap ingin menjadi polisi wanita. Sang ibu mengaku putrinya kini lebih disiplin, percaya diri, serta sering membantu pekerjaan di rumah.