Steam memiliki kebijakan refund yang memungkinkan pemain mengembalikan game dalam waktu dua minggu dengan syarat waktu bermain kurang dari dua jam.

Kebijakan ini menuai kritik dari Mateo Covic, pengembang tunggal game indie Paddle Paddle Paddle.

>>> Guardians Pilih Pitcher Liam Peterson di Putaran Pertama MLB Draft 2026

Covic menilai aturan tersebut memudahkan pemain menyelesaikan game berdurasi pendek lalu meminta refund. Ia menegaskan tidak menentang refund secara umum, tetapi menganggap celah ini perlu diperbaiki.

Developer Dukung Refund untuk Alasan yang Tepat

Dalam wawancara dengan GamesRadar+, Covic menyatakan ia 100% mendukung kebijakan refund jika digunakan untuk alasan sah, seperti halaman toko yang menyesatkan atau masalah teknis.

Ia menyoroti bahwa pedoman Steam sendiri menyatakan refund tidak dimaksudkan untuk bermain game secara gratis.

Kekesalannya muncul saat melihat pemain menyelesaikan game, memberikan ulasan positif, lalu tetap meminta refund karena memenuhi syarat.

Covic mengklarifikasi bahwa komentarnya bukan untuk menghapus kebijakan refund. Banyak yang salah paham dan menganggapnya ingin meniadakan hak konsumen.

55.000 Refund tapi Penjualan Tetap Kuat

Perdebatan dimulai setelah Covic mengungkapkan lebih dari 55.000 kopi Paddle Paddle Paddle telah diretur di Steam.

Meski angka itu besar, ia mengakui tingkat refund tersebut tidak aneh untuk genre rage game.

>>> Cincinnati Reds Pilih Shortstop Alabama Justin Lebron di Putaran Pertama MLB Draft 2026

Berdasarkan risetnya, tingkat refund sekitar 20% adalah hal biasa untuk rage game, sementara 10% dianggap normal di seluruh platform.

Game tersebut telah terjual sekitar 270.000 kopi, menjadikannya sukses secara komersial.

Covic juga mencatat bahwa kebijakan refund yang longgar mungkin mendorong lebih banyak orang mencoba game indie.