Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tajam pada perdagangan Selasa pagi, 16 Juni 2026. Indeks tercatat naik 231 poin atau 3,9 persen ke level 6.238.

Penguatan signifikan ini didorong oleh aksi beli masif pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar. Sektor perbankan dan komoditas menjadi motor utama penggerak indeks.

>>> Harga Emas Global Sentuh 4.316 Dolar AS per Ons, Tertinggi Sepanjang 2026

Lonjakan di awal pekan ini menjadi angin segar setelah pada sesi sebelumnya, Jumat 12 Juni 2026, IHSG juga ditutup di zona hijau pada level 6.008.

Saat itu indeks meningkat sekitar 2,07 persen.

Meskipun mencatatkan reli positif dalam dua hari perdagangan terakhir, posisi IHSG saat ini masih dalam fase pemulihan.

Dalam akumulasi sebulan ke belakang, performa indeks komposit nasional tercatat masih mengalami penurunan sebesar 10,64 persen.

Koreksi lebih dalam terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana IHSG telah menyusut 16,17 persen.

Pasar saham domestik juga masih bergerak jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa pada Januari 2026 di level 9.174,47.

Menurut analisis CNBC Indonesia, sentimen positif dipicu oleh respons pasar terhadap kepastian kebijakan moneter domestik.

Investor mulai mendapatkan kejelasan terkait langkah pengetatan keuangan setelah akumulasi total kenaikan suku bunga Bank Indonesia sejak Mei lalu mencapai 75 bps.

Kondisi makroekonomi ini meredakan spekulasi pasar dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Sentimen ini menjadi pemicu utama akumulasi beli yang menyebabkan harga saham naik massal pada pembukaan pasar hari ini.

>>> Harga Emas Dunia Menguat Pascapernyataan Trump soal Selat Hormuz

Saham Bank Besar dan Komoditas Bangkit