Sucor Sekuritas menilai peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka lebar. Target pergerakan indeks diperkirakan dapat menuju level 6.700 dalam beberapa bulan mendatang.

Secara teknikal, tren kenaikan IHSG dinilai masih terjaga. Syarat utamanya adalah indeks mampu mempertahankan area support penting di level 5.512.

>>> Ayaneo Siapkan Pocket Micro 2, Konsol Genggam Retro Generasi Kedua

Meski demikian, pasar tetap memiliki risiko koreksi jangka pendek. Hal ini dianggap wajar sebagai bagian dari konsolidasi setelah reli beberapa hari terakhir.

"Area 6.000 saat ini menjadi resistance psikologis yang penting untuk diperhatikan investor.

Sementara area support kuat IHSG berada di sekitar level 5.512," ujar Reyhan dalam Stock Idea Series, Sabtu (13/6/2026).

Peluang penguatan lanjutan dinilai masih besar selama level support tersebut tidak ditembus. Sektor komoditas menjadi salah satu bidang yang menarik, didukung sentimen positif dari pergerakan harga komoditas dunia.

Di sisi lain, investor disarankan lebih selektif terhadap saham perbankan, terutama bank kapitalisasi besar yang harganya sudah naik signifikan.

>>> Circle K Buka Pendaftaran Tenant Gratis Weekend Market di Pejaten

Krisis Kepercayaan Investor

Tekanan di pasar modal domestik belakangan ini lebih dipicu oleh krisis kepercayaan investor, bukan fundamental ekonomi yang memburuk.

Pelemahan pasar dipengaruhi oleh penurunan outlook rating Indonesia, potensi perubahan status indeks global, serta ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Namun, sejumlah indikator makro mulai menunjukkan perbaikan. Bank Indonesia mengambil langkah agresif menjaga stabilitas rupiah, sementara pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal.

"Tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan krisis kepercayaan dibandingkan krisis fundamental," tegas Hendry.

Ke depan, investor disarankan memantau stabilitas rupiah, pergerakan yield SBN, dan arus dana asing.

>>> Pindad Kembangkan Becak Listrik Atas Arahan Presiden Prabowo

Ruang penguatan IHSG tetap terbuka jika indikator tersebut terus membaik, meski volatilitas global masih tinggi.