Investor Asing Bidik Sektor Perbankan Setelah Review MSCI
Faris mencatat AUM dari passive fund yang mengikuti indeks MSCI diperkirakan menembus 250 miliar dolar AS.
“Jika kita lihat dari sisi dana kelolaan, MSCI menjadi yang signifikan dengan estimasi AUM 250 juta dolar AS hanya dari passive fund,” lanjut Faris.
>>> Garena Batasi Mode Ranked Free Fire S51, Rilis Urutan Peringkat
Sentimen dari FTSE terhadap pasar saham domestik diperkirakan lebih minim karena tidak banyak institusi global yang menjadikan indeks FTSE sebagai acuan utama.
“Untuk FTSE tidak terlalu banyak institusi dengan eksposur Indonesia yang menggunakan benchmark indexnya, sehingga dari segi flow tidak signifikan,” ucap dia.
Jika hasil review MSCI tidak sesuai ekspektasi, IHSG berisiko koreksi ke level 5.300. Namun, sebagian pelaku pasar telah mengantisipasi risiko ini.
“Kita akan proyeksikan IHSG kembali ke area 5.300, namun kami mengestimasikan potensi tersebut sudah di faktorkan pada pergerakan minggu lalu,” tukas dia.
Tekanan arus modal keluar besar berisiko terjadi jika Indonesia mendapat penilaian buruk dari MSCI. Penurunan status ke frontier market dapat memicu outflow hingga Rp 200 triliun.
“Jika pasar turun ke frontier, kami mengestimasikan outflow sebesar Rp 200 triliun,” lanjut Faris.
Keputusan MSCI dan FTSE juga berdampak pada pelaku pasar domestik karena indeks tersebut diadopsi manajer investasi untuk produk reksadana indeks.
“Indeks ini tidak hanya sebagai benchmark modal asing, namun beberapa reksadana lokal juga menggunakan ini sebagai produk untuk klien mereka, sehingga outflow yang datang tidak hanya dari foreign, namun MI lokal yang memiliki produk reksadana indeks terkait,” beber Faris.
MSCI Market Accessibility Review adalah evaluasi tahunan untuk memantau kemudahan akses investor institusional ke pasar saham suatu negara.
Hasilnya menentukan apakah suatu negara bertahan di Emerging Market atau turun ke Frontier Market.
>>> IHSG Melesat 4,12 Persen ke Level 6.254,96 Dipicu Redanya Tensi Global
MSCI Market Classification Review berfokus pada pengelompokan pasar saham sebagai panduan alokasi investasi global. FTSE Rebalancing adalah penyesuaian bobot dan komposisi saham pada indeks FTSE Russell.
Update Terbaru
5 Rekomendasi Film Korea Penuh Aksi yang Dibintangi Kim Mu-yeol
Selasa / 16-06-2026, 13:19 WIB
Pemerintah India Batasi Telegram Hingga 22 Juni Cegah Kecurangan Ujian NEET
Selasa / 16-06-2026, 13:16 WIB
Vozinha Antar Tanjung Verde Tahan Spanyol, Yakin Bisa Bersaing di Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 13:08 WIB
Sullyoon NMIXX Ungkap Kondisi Kesehatan Usai Menangis di Atas Panggung
Selasa / 16-06-2026, 13:00 WIB
Video Jang Wonyoung di Bandara Picu Perdebatan Soal Sopan Santun
Selasa / 16-06-2026, 12:52 WIB
Samsung Galaxy Book6 Edge Resmi Meluncur dengan Snapdragon X2 Elite
Selasa / 16-06-2026, 12:40 WIB
Khutbah Jumat Tanggal 19 Juni 2026: Hikmah Haji Menjadi Bekal Muslim Menjalani Kehidupan Sehari-hari
Selasa / 16-06-2026, 12:32 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 - 21 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 12:31 WIB
Mengapa Genre JRPG Kembali Mendominasi Selera Gamer Indonesia di 2026
Selasa / 16-06-2026, 12:28 WIB
Mantan Calon Termuda di Korea Selatan Bersiap Debut sebagai Idol Jepang
Selasa / 16-06-2026, 12:24 WIB
3 HP Midrange Murah dengan Kualitas Video Terbaik untuk Konten dan Vlog Anti Blur
Selasa / 16-06-2026, 12:20 WIB
Samsung Browser Dikabarkan Hadirkan Dua Fitur Baru di One UI 9
Selasa / 16-06-2026, 12:16 WIB
Harga Emas Antam Hari Ini di Surabaya Bertahan, Emas 1 Gram Masih Rp 2,729 Juta
Selasa / 16-06-2026, 12:11 WIB






