PT Indofood Sukses Makmur Tbk kembali membuka program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026–2027. Program ini memberikan bantuan dana penelitian tugas akhir bagi mahasiswa S1 di seluruh Indonesia.

Fokus utama IRN 2026–2027 adalah eksplorasi sumber daya alam darat dan laut yang berbasis potensi serta kearifan lokal.

>>> Liverpool Pantau Bek Korea Selatan Lee Han-beom di Piala Dunia 2026

Cakupan komoditasnya meliputi produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan, hingga air.

Mahasiswa dari semua program studi dapat berpartisipasi, tidak terbatas pada jurusan Teknologi Pangan.

Bidang penelitian yang dibuka meliputi Agro-Teknologi (Budidaya), Teknologi Proses/Pengolahan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat, serta Sosial Budaya, Ekonomi, dan Pemasaran.

Pangan Fungsional sebagai Fokus Utama

Ketua Tim Pakar IRN, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M. Sc, menegaskan bahwa pangan kini bukan lagi sekadar pemenuh energi dan gizi.

Pangan telah bergeser menjadi penopang kesehatan krusial, terutama melalui asupan pangan fungsional.

Menurutnya, kekuatan sebuah proposal tidak hanya terletak pada aspek teknis penulisan. Relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program menjadi hal yang penting.

Prof. Purwiyatno mengingatkan peserta untuk menyusun latar belakang yang mampu memaparkan urgensi riset dengan jelas. Ia juga meminta agar batas waktu pengumpulan berkas diperhatikan secara cermat.

>>> Manchester United Bidik Tyler Adams untuk Perkuat Lini Tengah

"Kami menantikan proposal-proposal segar dan inovatif dari seluruh penjuru Indonesia," ujar Prof. Purwiyatno.

Penyelenggara berupaya memotivasi generasi muda agar lebih sensitif dan eksploratif terhadap kekayaan di sekitar mereka. Inovasi tersebut diharapkan dapat ditransformasikan menjadi produk pangan fungsional yang valid secara ilmiah.

"Kami ingin mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk lebih peka, sensitif, dan eksploratif dalam mengangkat kearifan lokal serta potensi di sekitar mereka, lalu mentransformasikannya menjadi inovasi pangan fungsional yang berbasis ilmiah," ujarnya.