Insta360 akhirnya resmi meluncurkan kamera gimbal pertama mereka, Insta360 Luna Ultra, setelah melalui rangkaian rumor dan teaser panjang.

Perangkat ini membawa konfigurasi dua sensor yang berkolaborasi dengan Leica serta mendukung perekaman video hingga resolusi 8K.

>>> Likuiditas Perbankan Indonesia Tetap Sehat per April 2026

Konfigurasi Dual Kamera Leica

Salah satu sorotan utama Insta360 Luna Ultra terletak pada sektor konfigurasi dual kamera yang diusungnya.

Kamera utama memanfaatkan sensor 1 inci LYT-900 50 MP dengan aperture f/1.8 yang memiliki dynamic range hingga 14 stop.

Kamera utama tersebut bersanding dengan sensor telephoto berukuran 1/1.3 inci yang memiliki resolusi 50 MP serta aperture f/2.0.

Integrasi kedua sensor ini memungkinkan pengguna memanfaatkan lima focal length yang berbeda.

Pengguna dapat mengambil gambar mulai dari sudut pandang wide hingga setara 240 mm untuk kebutuhan pembesaran jarak jauh.

Sistem kamera ini juga mendukung kemampuan zoom hingga 12x, yang dilengkapi fitur 6x lossless zoom untuk mempertahankan ketajaman detail foto.

Melalui kolaborasi bersama Leica, kedua lensa pada kamera gimbal ini mengusung branding Summicron.

Kerja sama ini tidak sekadar menyematkan nama, tetapi juga menghadirkan karakteristik warna khas Leica yang dikenal natural serta sinematik.

Insta360 juga menyediakan filter warna khusus beserta watermark Leica bagi pengguna yang menginginkan sentuhan estetika klasik pada hasil tangkapan gambar.

Kemampuan Video Kelas Flagship

Untuk fungsionalitas video, Insta360 Luna Ultra diposisikan masuk ke dalam segmen kelas flagship.

Kamera gimbal ini sudah mendukung perekaman video beresolusi 8K dengan Dolby Vision, format 4K 120 fps untuk kebutuhan slow motion, hingga resolusi 1080p 240 fps.

Tersedia pula mode PureVideo 4K 60 fps yang berfungsi meningkatkan detail sekaligus mereduksi noise saat pencahayaan minim.