AS dan India Buka Kembali Peluang Kesepakatan Dagang Bilateral

Peluang kerja sama ekonomi bilateral antara Amerika Serikat dan India kembali terbuka lebar. Hubungan dagang kedua negara besar itu berpotensi mencapai titik temu yang signifikan dalam waktu dekat.
Perwakilan Dagang Amerika Serikat, Jamieson Greer, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke India pada pekan setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.
>>> Timnas Qatar Siap Hadapi Swiss di Laga Perdana Grup B Piala Dunia 2026
Kunjungan ini bertujuan melanjutkan pembahasan teknis mengenai draf perjanjian dagang.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengungkapkan bahwa kesepakatan dagang antara Washington dan New Delhi masih sangat mungkin terealisasi.
Namun, dokumen tersebut belum akan ditandatangani pada forum G7 yang berlangsung 15–17 Juni di Evian-les-Bains, Prancis.
"Kami tahu Perdana Menteri Narendra Modi sangat ambisius dalam memandang peran India dan pentingnya hubungan dengan Amerika Serikat.
Kami percaya kesepakatan dagang potensial adalah bagian dari itu," ujar pejabat tersebut kepada wartawan.
Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan PM India Narendra Modi di sela-sela KTT G7 menjadi momentum penting.
Pertemuan ini akan mengevaluasi kemajuan negosiasi, meskipun keputusan final masih membutuhkan dialog teknis lanjutan.
Hubungan bilateral kedua negara sempat mengalami tekanan akibat kebijakan tarif AS terhadap beberapa produk India.
>>> Australia U-19 Juarai Piala AFF 2026 Usai Kalahkan Thailand 2-0
Perbedaan pandangan terkait konflik India–Pakistan tahun lalu juga sempat memengaruhi iklim investasi dan perdagangan.
Namun, situasi diplomatik dilaporkan mulai membaik dalam beberapa pekan terakhir. India kini mendorong penerapan skema tarif preferensial sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan sementara yang sedang dibahas.
Target Penyelesaian dan Pembahasan Regional
Menteri Perdagangan India sebelumnya menyatakan bahwa tahap awal perjanjian dagang bilateral ini ditargetkan rampung pada pertengahan Juli. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi kedua belah pihak.
Update Terbaru
Sassuolo Tunjuk Alberto Aquilani sebagai Pelatih Baru
Minggu / 14-06-2026, 00:57 WIB
Institut Perbanas dan UBAYA Juarai Campus League Basketball 2026
Minggu / 14-06-2026, 00:48 WIB
George Russell Raih Pole Position F1 GP Catalunya 2026
Minggu / 14-06-2026, 00:44 WIB
Perenang China Kuasai Nomor 5K AOWSC 2026 di Bali
Minggu / 14-06-2026, 00:42 WIB
Perenang China Kuasai Nomor 5K AOWSC 2026 di Bali
Minggu / 14-06-2026, 00:40 WIB
Institut Perbanas dan Ubaya Juarai Campus League 2026
Minggu / 14-06-2026, 00:40 WIB
Kemenhub Tindak Ratusan Ribu Kendaraan ODOL Selama Semester Pertama 2026
Minggu / 14-06-2026, 00:37 WIB
Samsung Tuntaskan Distribusi One UI 8.5 ke 44 Perangkat Galaxy
Minggu / 14-06-2026, 00:22 WIB
Makna dan Penjelasan Ending Film Backrooms (2026)
Minggu / 14-06-2026, 00:07 WIB
Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Kalahkan Thailand 2-0
Sabtu / 13-06-2026, 23:52 WIB
Jeep Grand Cherokee 2026: Mesin Lebih Kecil, Tapi Interior Mewah dan Fitur Tetap Unggul
Sabtu / 13-06-2026, 23:45 WIB
Cara Aktivasi TikTok PayLater 2026 Lengkap dengan Syarat
Sabtu / 13-06-2026, 23:44 WIB
Timnas Qatar Siap Hadapi Swiss di Laga Perdana Grup B Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 23:40 WIB
Setelah Killer Peter Chapter 134, Spoiler Chapter 135 Mulai Dicari
Sabtu / 13-06-2026, 23:40 WIB






