Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik untuk mengakhiri perang. Hal ini dilaporkan media AS pada Senin (15/6).

MoU tersebut ditandatangani secara virtual oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

>>> Dewan Pers Usulkan Hak Ekonomi Karya Jurnalistik dalam Revisi UU Hak Cipta

Demikian menurut sejumlah laporan.

Seorang pejabat senior AS menyatakan bahwa ketentuan dalam MoU diperkirakan akan dipublikasikan dalam 24 hingga 48 jam ke depan.

MoU tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni mendatang.

>>> Sekjen PBB Desak Israel dan Hizbullah Hentikan Pertempuran

Sebelumnya pada Senin, Trump melalui akun Truth Social miliknya mengatakan bahwa kapal-kapal yang memuat minyak telah mulai bergerak keluar dari Selat Hormuz.

Pada Minggu (14/6), Trump menyebut kesepakatan dengan Iran telah tercapai, sesaat setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan kabar tersebut di media sosial X.

AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

>>> Indodax: Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Pemulihan Pasar Kripto

Serangan itu memicu konflik regional yang mengubah lanskap keamanan Timur Tengah, merenggut ribuan nyawa, dan mengganggu pasar energi global.