Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas pelaksanaan nota kesepahaman perdamaian dengan Iran serta penghentian total serangan militer Israel terhadap Lebanon.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon terpisah dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein, dan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty.

>>> Kejagung Serahkan Aset Rp1,02 Triliun, Termasuk Harta Buron Eddy Tansil

Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi mengkaji proses dan klausul-klausul yang telah disepakati dalam negosiasi di Islamabad, Pakistan.

Ia juga mengapresiasi peran Turki, Iran, dan Mesir dalam mendukung gencatan senjata serta upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan mencapai stabilitas kawasan.

Para pihak sepakat untuk melanjutkan konsultasi mengenai perkembangan kawasan dan memperkuat upaya diplomatik demi menjaga keamanan dan stabilitas.

Negosiasi Damai Iran-AS

Gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April lalu. Iran dan Amerika Serikat kemudian memulai negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen melalui mediasi Pakistan.

>>> Krakatau Steel Perluas Peluang Kerja dan Tingkatkan Daya Saing SDM Banten

Naskah nota kesepahaman yang disepakati saat ini didasarkan pada usulan 14 poin dari Teheran pada tahap awal gencatan senjata.

Dokumen tersebut telah dikaji berulang kali selama 60 hari terakhir oleh kedua pihak.

Meskipun menghadapi tekanan, pelanggaran gencatan senjata, dan perubahan sikap dari pihak Amerika Serikat, Iran tetap mempertahankan pendiriannya.

>>> CARUT MARUT BANK JATIM: Dugaan Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah Muncul di Tengah Sorotan Kasus Internal

Setelah penandatanganan nota kesepahaman perdamaian, AS dan Iran akan mengadakan serangkaian perundingan lanjutan dalam 60 hari ke depan untuk mencapai kesepakatan komprehensif mengenai isu-isu yang belum disepakati.