Budiman Sudjatmiko diduga meloloskan diri melalui pintu belakang, sementara Nusron Wahid dan Sudaryono memilih keluar untuk menemui mahasiswa secara lesehan di aspal.

Massa yang kecewa karena tidak dapat menemui seluruh pembicara meluapkan kekesalan mereka. "Mana Budiman!

Katanya mau diskusi!" teriak massa.

Suasana kembali memanas saat mahasiswa mempertanyakan pertanggungjawaban pemerintah atas alih fungsi ratusan ribu hektare lahan di Papua yang dinilai menggusur masyarakat adat.

Ratusan mahasiswa menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum mendapat kejelasan langsung dari para pejabat.

Ketua Serikat Mahasiswa UGM Mesa menyatakan bahwa aksi pengejaran terjadi karena para pejabat enggan menjawab pertanyaan krusial mengenai dampak kebijakan pembangunan kabinet Prabowo-Gibran terhadap perampasan tanah rakyat.

"Kejar-kejaran tadi karena mereka (para narasumber) avoiding mahasiswa.

>>> Menteri ESDM Amankan Pasokan Batu Bara PLN Atasi Pemadaman Jawa

Kami tidak akan mengejar seandainya mereka menjawab satu pertanyaan saja dari kami, 'Apakah mereka bersalah atau tidak'," kata Mesa.

Ia menambahkan bahwa protes tersebut merupakan konsekuensi logis yang harus dihadapi pejabat publik ketika berhadapan dengan aspirasi masyarakat.

Massa mengecam keras tindakan Budiman yang dianggap menghindari forum pertanggungjawaban publik. "Budiman yang pernah ikut aksi demonstrasi malah kabur, dasar pengkhianat, pengecut," teriak massa.

Klarifikasi Wakil Menteri Pertanian

Dalam klarifikasi tertulisnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono membantah tuduhan melarikan diri dan menyatakan bahwa tindakan keluar dari gedung murni mengikuti saran pihak keamanan kampus.

"Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus.

Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini," ujar Sudaryono.

Ia mengklaim sejak awal ruang diskusi telah dibuka selebar-lebarnya demi mewujudkan dialog yang demokratis dengan seluruh elemen mahasiswa.