Bola resmi Piala Dunia 2026 bernama Trionda tidak bisa langsung digunakan saat pertandingan. Sebelum sepak mula, bola ini harus diisi daya terlebih dahulu.

Kebutuhan pengisian daya bukan karena bola menggunakan motor penggerak. Di dalam Trionda terdapat chip sensor pintar yang menjadi bagian dari teknologi pertandingan FIFA.

>>> Garena Siapkan Evo Gun AUG Blazing dan Booyah Pass Season 43 Juli

Bola buatan Adidas ini dibekali sensor gerak berfrekuensi 500 Hz.

Perangkat tersebut mampu merekam posisi, kecepatan, arah, putaran, dan sentuhan bola sebanyak 500 kali per detik secara real-time.

Seluruh data yang terekam dikirim langsung ke sistem Video Assistant Referee (VAR). Informasi ini membantu wasit dalam mengambil keputusan di lapangan.

Teknologi chip di dalam bola sebenarnya sudah diterapkan sejak Piala Dunia 2022 melalui bola Al Rihla.

Saat itu, sensor mendukung teknologi offside semi-otomatis dengan mengirimkan data posisi bola ke ruang VAR.

Sistem tersebut kemudian disempurnakan melalui Trionda pada Piala Dunia 2026.

Selain memiliki sensor dengan akurasi lebih tinggi, sistemnya kini terintegrasi lebih dalam dengan Connected Ball Technology milik FIFA.

Integrasi tersebut membuat chip mampu membantu analisis sentuhan bola dan mendeteksi momen umpan secara lebih presisi. Imbasnya, pengambilan keputusan oleh VAR dapat berjalan lebih cepat.

Komponen elektronik aktif yang bekerja sepanjang pertandingan membuat chip membutuhkan pasokan daya dari baterai isi ulang. Alasan inilah yang mewajibkan Trionda dicas sebelum digunakan.

Cara Kerja Sensor Membantu Wasit

Sensor di dalam Trionda berfungsi merekam momen persis ketika bola ditendang pemain. Informasi tersebut digabungkan dengan data dari kamera pelacak pemain di sekeliling stadion.