>>> Jadwal Penting dan Cara Unduh Kartu Peserta UTBK SNBT 2026

Kombinasi kedua data ini memungkinkan sistem VAR mengetahui dengan lebih akurat kapan bola dimainkan dan siapa yang menyentuhnya.

Langkah ini membantu mendeteksi offside, handball, atau sentuhan ganda.

FIFA menilai pemanfaatan teknologi tersebut dapat mempercepat proses pengambilan keputusan selama laga. Sistem ini juga mampu mengurangi potensi kesalahan manusia dalam pertandingan.

Sensor yang tertanam di dalam bola memiliki bobot sekitar 14 gram. Daya tahan baterainya diklaim mampu bertahan hingga sekitar enam jam, cukup untuk satu pertandingan penuh beserta pemanasan.

Setelah durasi operasional habis, baterai harus diisi ulang sebelum bola bisa digunakan pada laga berikutnya.

Desain Baru dengan Empat Panel

Selain pembaruan teknologi sensor, Trionda hadir dengan struktur desain berbeda. Jika mayoritas bola modern menggunakan banyak panel, Trionda hanya memakai empat panel.

Seluruh panel disatukan dengan teknologi thermal bonding. Jumlah empat panel ini menjadi yang paling sedikit dalam sejarah produksi bola resmi Piala Dunia.

Desain minimalis tersebut diklaim membuat lintasan bola lebih stabil saat melayang di udara. Struktur ini juga meningkatkan kontrol pemain serta mengurangi penyerapan air ketika hujan.

Nama "Trionda" merupakan gabungan kata "tri" yang merujuk pada tiga negara tuan rumah (AS, Kanada, Meksiko) dan "onda" yang berarti gelombang dalam bahasa Spanyol.

>>> Virgil van Dijk Kritik Kebijakan Jeda Minum FIFA di Piala Dunia 2026

Desain warnanya menampilkan simbol khas ketiga negara tersebut.