BEM UI Minta Maaf Atas Kemacetan Akibat Demo di Bundaran HI
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Yatalathof Ma'shum Imawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jakarta.
Permintaan maaf ini terkait gangguan lalu lintas yang akan timbul akibat aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026).
>>> Manchester United Mundur dari Perburuan Gelandang Elliot Anderson
Aksi massa yang mengusung tema 'Menuju Indonesia Bangkrut' ini diprediksi memicu kepadatan kendaraan di pusat ibu kota.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa gangguan arus lalu lintas hanya berlangsung selama kegiatan berjalan.
"Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari," kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Yatalathof menilai hambatan pergerakan kendaraan di jalan raya jauh lebih singkat dibandingkan persoalan struktural yang dihadapi masyarakat luas.
Menurutnya, hambatan kesejahteraan sosial telah terjadi dalam kurun waktu yang lama.
>>> Korea Selatan Gagal Cetak Gol di Babak Pertama Lawan Ceko
"Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam.
Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," jelasnya.
Terdapat lima poin tuntutan yang dibawa oleh kelompok mahasiswa dalam aksi kali ini.
Tuntutan tersebut termasuk protes terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Elemen masyarakat sipil lainnya juga diajak untuk bergabung dalam menyuarakan aspirasi tersebut.
>>> Harga Emas Dunia Melemah Akibat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga
"Kami juga mengundang kepada seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta komunitas/pecinta pelari serta siapapun yang merasakan bahwa negara ini sedang berjalan ke arah yang salah," imbuhnya.
Update Terbaru
KABAR DUKA! Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usai 3 Tahun Koma, Thailand Siapkan Berkabung Nasional
Jumat / 12-06-2026, 11:13 WIB
Regulator China Panggil Produsen Mobil Terkait Perang Harga
Jumat / 12-06-2026, 11:12 WIB
PLTU Jeranjang Pangkas Konsumsi Batu Bara Lewat Cofiring Sampah Organik
Jumat / 12-06-2026, 11:11 WIB
BI dan PBOC Sepakat Jajaki Peningkatan Nilai Kerja Sama Swap
Jumat / 12-06-2026, 11:11 WIB
Piala Dunia 2026 Gelar Tiga Upacara Pembukaan Megah Bertema One Heartbeat
Jumat / 12-06-2026, 11:09 WIB
Neymar Dapat Warisan Rp18 Triliun dari Fans Misterius
Jumat / 12-06-2026, 11:09 WIB
Peran Vital Wiring pada Sistem Kelistrikan Motor Listrik
Jumat / 12-06-2026, 11:09 WIB
Geek Fam Tantang Onic Esports di Final Upper Bracket MPL ID S17
Jumat / 12-06-2026, 11:08 WIB
Polri dan TNI Kerahkan 4.151 Personel Amankan Aksi Mahasiswa Jakarta
Jumat / 12-06-2026, 11:08 WIB
The Trans Resort Bali Hadirkan Chef Michelin Giorgio Bartolucci untuk Kuliner Eksklusif
Jumat / 12-06-2026, 11:08 WIB
FIFA Resmi Gunakan Nama Czechia untuk Timnas Ceko di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 11:08 WIB
Geek Fam Tantang Onic Esports di Final Upper Bracket MPL ID S17
Jumat / 12-06-2026, 11:07 WIB
Stereowall Rilis Single Antara, Perkenalkan Warna Alternative Rock Baru
Jumat / 12-06-2026, 11:06 WIB






