Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (12/6/2026) di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi Amerika Serikat.

Kondisi tersebut memicu spekulasi kuat mengenai peluang kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS atau The Fed.

>>> Lonjakan Harga Material Dorong Penyesuaian Anggaran Infrastruktur

Pelemahan nilai komoditas ini berpotensi mencatatkan kerugian mingguan terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Dilansir dari Investor Daily, pergerakan harga emas spot merosot 0,44% ke level US$ 4.192,54 per ons troi dengan akumulasi penurunan sekitar 3% sepanjang pekan ini.

Arah pergerakan yang berbeda ditunjukkan oleh kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus yang justru melonjak 2,46% menuju level US$ 4.214,5 per ons troi.

Di sisi lain, komoditas logam mulia ini sempat menyentuh level terendah dalam periode lebih dari enam bulan pada Kamis (11/6/2026).

Penyusutan sebagian kerugian harga emas sempat terjadi setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah sedikit mereda.

Langkah politik dari Washington menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pelaku pasar terhadap aset aman tersebut.

"AS dan Iran berpotensi menandatangani perjanjian damai akhir pekan ini yang dapat membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran serta memberikan sinyal mengenai peluang kesepakatan damai.

>>> Manchester United Serius Incar Gelandang Lens Mamadou Sangare

Kendati demikian, pihak pemerintah Iran menegaskan bahwa keputusan final terkait kesepakatan itu belum mereka tetapkan.

Tekanan terhadap emas kembali menguat setelah rilis data ekonomi terbaru berupa Indeks Harga Produsen (PPI) AS bulan Mei yang melonjak melebihi estimasi pasar.