Kenaikan tahunan terbesar dalam tiga setengah tahun terakhir itu didorong oleh lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.

Situasi inflasi ini membuat pelaku pasar meningkatkan proyeksi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember menjadi sekitar 60% berdasarkan CME FedWatch Tool.

Suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena meningkatkan daya pikat instrumen berbunga seperti obligasi.

Meskipun demikian, ekspansi pasar investasi emas tetap berjalan melalui pengumuman DBS Group yang akan menawarkan produk emas fisik tertokenisasi untuk nasabah ritel di Singapura.

Langkah ini diambil guna merespons tingginya minat investasi sekaligus memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai pusat perdagangan emas regional.

Pergerakan variatif juga melanda komoditas logam mulia lainnya di pasar spot.

>>> Piala Dunia FIFA 2026: Panggung Terbesar Keberagaman Manusia

Harga perak melemah 0,47% ke posisi US$ 67,03 per ons, sementara platinum naik 0,8% menjadi US$ 1.736,69 per ons, dan paladium menguat 1,61% ke level US$ 1.291,63 per ons.