Mahasiswa UGM Geruduk Diskusi Nusron Wahid dan Sudaryono, Ricuh
"Mereka justru mengatakan kepada kami di depan UGM sana, jika ingin berbicara Papua, mari jadi volunteer. Bukan itu jawabannya.
Mereka punya kekuasaan, mereka punya tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan itu, bukan kita sebagai rakyat," kata Mesa.
Mesa menambahkan bahwa pengejaran terhadap mobil patwal dilakukan karena para pejabat memilih menghindari mahasiswa ketimbang menjawab pertanyaan krusial dengan jujur.
"Kami tidak akan mengejar-ngejar mereka seandainya mereka menjawab satu pertanyaan sederhana saya, apakah mereka merasa bersalah? Tidak.
Mereka justru memberikan pertanyaan balik dan juga secara eksplisit merasa tidak bersalah. Itu adalah konsekuensi dari tindakan mereka," tutur Mesa.
Pihak mahasiswa menganggap keributan tersebut sebagai hal wajar dalam dinamika berdemokrasi demi mengingatkan para pemegang kekuasaan negara.
"Mereka memang harus didatangi karena tidak ada cara yang efektif selain cara itu. Bahkan ketika itu dilakukan, tidak ada jaminan bahwa mereka merasa bersalah," ujarnya Mesa.
Aksi ini ditegaskan Mesa sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berlandaskan asas keadilan.
"Mengingatkan penguasa bahwa mereka itu bukan untuk berkuasa, tapi harus menjalankan pemerintahan ini dengan sebaik-baiknya, dengan seadil-adilnya, sesuai dengan Pancasila," ungkap Mesa.
Tanggapan Pejabat
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan klarifikasi tertulis bahwa kehadiran mereka ke kampus UGM murni untuk melakukan dialog terbuka yang telah berizin resmi.
"Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus.
Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini," kata Sudaryono.
Sudaryono mengklaim pihak pemerintah sangat terbuka terhadap segala bentuk pertanyaan maupun kritikan tajam yang dilayangkan oleh mahasiswa dalam forum tersebut.
Update Terbaru
Penyebab Tubuh Pegal Setelah Seharian di Ruang Ber-AC
Selasa / 16-06-2026, 14:41 WIB
BPBD Sulbar Imbau Masyarakat Tetap Tenang Pasca-Gempa 6,7 M di Palu
Selasa / 16-06-2026, 14:40 WIB
Polda Metro Amankan Remaja Terindikasi Narkoba saat Patroli di Bekasi
Selasa / 16-06-2026, 14:40 WIB
Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Acara Pemuda UNESCO di Paris
Selasa / 16-06-2026, 14:40 WIB
UE Khawatir Trump Ambil Alih Perundingan Damai Ukraina
Selasa / 16-06-2026, 14:40 WIB
PPIH Ingatkan Jamaah Haji Disiplin Isolasi Mandiri 14 Hari Setibanya di RI
Selasa / 16-06-2026, 14:40 WIB
Astra Kembangkan Wisata Berbasis Pelestarian Alam Lewat Desa Sejahtera
Selasa / 16-06-2026, 14:40 WIB
Rusia Sambut Langkah AS Dukung Pelonggaran Sanksi Bantuan ke Korut
Selasa / 16-06-2026, 14:40 WIB
Ramai Isu Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah Mobile Banking, Bank Jatim Sampaikan Hasil Investigasi Awal
Selasa / 16-06-2026, 14:39 WIB
Akun Instagram NU Online Diserbu Kritik Setelah Umumkan 1 Muharram 1448 H pada Malam Hari
Selasa / 16-06-2026, 14:38 WIB
Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Diskusi UGM, Sebut Forum Bubar karena Ricuh
Selasa / 16-06-2026, 14:29 WIB
Dreame L50s Pro Ultra dan L50 Ultra CE Resmi Diluncurkan di India
Selasa / 16-06-2026, 14:24 WIB
Pelayanan Bank Jatim Dikeluhkan Warga usai Diduga Tolak Pembayaran Pajak 10 Lembar SSP
Selasa / 16-06-2026, 14:24 WIB
Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di F1 GP Barcelona 2026
Selasa / 16-06-2026, 14:22 WIB






