Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyatakan bahwa sebagai pejabat publik, dirinya sudah mengantisipasi adanya kritik keras maupun cacian dari masyarakat.

"Kami dari pemerintah sudah menyiapkan diri untuk memang siap untuk di-bully, siap untuk dicaci maki di hadapan siapa pun karena itu konsekuensi dari jabatan," kata Nusron.

Nusron menyayangkan sikap sebagian kelompok yang dinilainya memaksakan kehendak dengan cara kekerasan sehingga merusak esensi diskusi akademis.

"Rupa-rupanya pada malam ini takdir berkata lain. Ada sekelompok orang yang ademokratis.

Yang tidak siap berdialog, yang tidak siap berdemokrasi, dan tidak siap untuk menerima dialog pemikiran yang memaksakan kehendak dan mengedepankan kekerasan," ungkap Nusron.

Pihak kementerian mengklaim tidak memiliki niat untuk membatasi ruang aspirasi, melainkan siap menerima koreksi atas segala masukan yang masuk demi perbaikan tata kelola pemerintahan.

"Tidak ada motivasi mengebiri, tapi kita justru siap dikritik. Kalau ada yang salah kita siap mengoreksi.

>>> Jadwal Penting dan Cara Unduh Kartu Peserta UTBK SNBT 2026

Kalau ada masukan kita tindaklanjuti. Tapi ternyata digagalkan oleh sekelompok orang tertentu," tutur Nusron.