Langkah pemeriksaan ini dijalankan untuk memastikan keamanan dan kelancaran investasi bagi para pelaku usaha domestik.

>>> BGN Pangkas Target Penerima Makan Bergizi Gratis, 76 Sekolah Dicoret

Kepala ITPC Jeddah Bagas Haryotejo menegaskan bahwa pengawalan akan terus dilakukan guna memastikan proses pengiriman logistik tidak menemui hambatan.

“Kami berkomitmen mengawal proses ini agar pengiriman perdana PT Dami Sariwana berjalan lancar.

Terlebih, mitra di Arab Saudi sudah berkomitmen memesan lanjutan jika produk ini diterima dengan baik,” kata Bagas.

Pihak produsen menyambut positif pencapaian ini dan memproyeksikan ekspansi yang lebih luas.

Perusahaan berharap wilayah Arab Saudi dapat menjadi batu loncatan strategis untuk menjangkau negara-negara tetangga.

“Kami berharap keberhasilan ini menjadi pintu masuk strategis bagi kehadiran produk-produk kami di seluruh wilayah Timur Tengah dan sekitarnya,” tutur Taswan.

Di sisi lain, Al Itholah Trading selaku perusahaan mitra dari Arab Saudi bertindak sebagai distributor produk konsumen dengan target pasar lintas negara.

Perusahaan asing ini bergerak cepat dengan langsung mendistribusikan produk herbal Indonesia tersebut ke jaringan ritel mereka.

Pemilik Al Itholah Trading Nassrudin menjelaskan bahwa produk dari Indonesia kini sudah mulai dipajang di jaringan outlet mereka agar bisa langsung dikenali oleh masyarakat setempat.

“Target pasar kami tidak hanya terbatas di Arab Saudi saja, melainkan akan kami perluas hingga ke Sudan,” ujar Nassrudin.

>>> Venjii Hernando Perkuat Bisnis Kemitraan dengan Pendanaan Ratusan Miliar

PT Dami Sariwana dijadwalkan akan mengirimkan satu kontainer produk herbal sebagai pengiriman perdana pada Juli 2026, setelah seluruh pemenuhan standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA) rampung diselesaikan.