Perbedaan instansi tercermin dari penggunaan sistem pemindai wajah di sektor kependudukan yang kontras dengan sistem manajemen talenta di internal kepegawaian.

Pola pelatihan berkala dipersiapkan untuk mengakomodasi perbedaan kebutuhan teknis tersebut.

"Sektor layanan kesehatan berbeda dengan sektor layanan administrasi kependudukan, berbeda dengan sektor layanan pendidikan, berbeda dengan sektor layanan keagamaan," ujar Prof. Zudan.

Peningkatan kompetensi SDM ini juga didukung melalui kolaborasi bersama Binar Academy guna memperluas jangkauan materi literasi digital. Penyesuaian modul ajar dipastikan berjalan dinamis mengikuti pembaruan sistem teknologi.

"Pelatihan sekarang pasti terasa sangat bermanfaat, tetapi harus dilakukan upgrading terus-menerus dan dilakukan pengembangan terus-menerus sesuai dengan basis-basis kebutuhannya," kata Prof. Zudan.

Langkah pembaruan massal ini menjadi bagian penting dari penataan ekosistem kerja aparatur sipil negara menuju tata kelola kelas dunia.

"Ini membutuhkan banyak sekali transformasi di bidang teknologi," kata Prof. Zudan.

Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga meluncurkan program pelatihan digital paralel untuk 355.000 pegawai baru dan lama demi menekan kesenjangan teknologi.

>>> Kejagung Periksa Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Pekan Ini

Langkah koordinasi antarlembaga ini diperkuat melalui Kickoff Meeting Pengembangan Portal SmartASN 2026-2028 oleh Kementerian PANRB.