PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, pengelola kawasan industri di Bekasi, menargetkan penjualan lahan sebesar Rp600 miliar pada 2026.

Target ini menyasar sektor potensial seperti warehouse dan logistik, consumer goods, food and beverage (F&B), serta data center.

>>> Samuel Sekuritas Borong Saham RLCO Akibat Tekanan Margin Call

Media Relations perusahaan, Rika Mandasari, menyatakan bahwa perseroan melanjutkan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk cluster data center. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi.

Sepanjang 2025, perusahaan berhasil mencatatkan penjualan lahan atau marketing sales seluas 15 hektare dengan nilai mencapai Rp422 miliar.

Pendapatan perusahaan pada tahun yang sama mencapai Rp427 miliar, ditopang penjualan lahan Rp220 miliar dan recurring income Rp207 miliar.

Laba bersih perseroan pada 2025 mencapai Rp30 miliar.

Target penjualan lahan Rp600 miliar pada 2026 disampaikan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang mengesahkan laporan tahunan perusahaan.

Salah satu keputusan penting dalam RUPST adalah tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku 2025.

Kebijakan ini diambil untuk memperkuat modal kerja dan mendukung rencana pengembangan usaha ke depan.

Pada kuartal pertama 2026, perseroan mencatat pendapatan Rp90 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp45 miliar.

>>> Jeremy Clarkson Idap Kanker Prostat Ganas, Jalani Operasi

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan recurring income dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar serta kontribusi dari penjualan lahan.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan berhasil membalikkan kondisi keuangan dari rugi bersih Rp33 miliar pada kuartal pertama 2025 menjadi laba bersih Rp9 miliar pada kuartal pertama 2026.