Kinerja emiten rumah sakit menunjukkan tren pertumbuhan positif pada awal tahun 2026.

Peningkatan jumlah pasien dari segmen swasta serta ekspansi layanan kesehatan menjadi penopang utama pendapatan dan laba bersih perusahaan sektor ini.

>>> Maroko Tahan Imbang Brasil 1-1 dalam Laga Uji Coba di New Jersey

Prospek cerah ini diyakini mampu mendorong kinerja saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).

Sejumlah analis memberikan rekomendasi beli karena fundamental yang solid.

Ekspansi MIKA dan Tantangan Biaya

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) menargetkan pembangunan dua rumah sakit baru yang dijadwalkan beroperasi pada kuartal IV-2026.

Jaringan baru di Jawa Timur dan Jakarta Raya ini akan memiliki total kapasitas sekitar 200 tempat tidur.

Manajemen mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun untuk mendukung ekspansi fisik, pengembangan peralatan klinis, serta penguatan infrastruktur digital perusahaan.

Meskipun demikian, margin keuntungan MIKA menghadapi tekanan kenaikan harga obat-obatan sekitar 4% hingga 5%, serta lonjakan harga perlengkapan medis berbahan plastik yang mencapai lebih dari 15%.

Perusahaan menyiasati tekanan tarif tetap layanan BPJS dengan melakukan efisiensi biaya operasional, termasuk mencari alternatif barang habis pakai medis yang lebih terjangkau melalui impor dari China.

>>> Pemkot Bandung Kawal Harga Tiket Bandung Zoo Agar Tetap Wajar

Kinerja HEAL di Tengah Transformasi BPJS

Prospek PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) masih dibayangi ketidakpastian terkait rencana implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) serta skema Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) yang akan menggantikan sistem INA-CBGs.

Walaupun laba bersih kuartal I-2026 turun menjadi Rp 101,3 miliar dari sebelumnya Rp 124,7 miliar, HEAL tetap mencatat kenaikan pendapatan sebesar 5,4% secara tahunan menjadi Rp 1,78 triliun.